By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
DNABeritaDNABeritaDNABerita
  • HOME
  • MEDAN
  • HIBURAN
  • EKONOMI
  • KRIMINAL
  • NASIONAL
  • PENDIDIKAN
  • POLITIK
  • TEKNOLOGI
  • ADVERTORIAL
  • OLAHRAGA
  • Ide Berita
  • Contact Us
Reading: Harga Cabai di Sumut Turun, Pengamat: Dampak Intervensi Gubsu Bobby Nasution
Share
Sign In
Aa
DNABeritaDNABerita
Aa
Search
  • HOME
  • MEDAN
  • HIBURAN
  • EKONOMI
  • KRIMINAL
  • NASIONAL
  • PENDIDIKAN
  • POLITIK
  • TEKNOLOGI
  • ADVERTORIAL
  • OLAHRAGA
  • Ide Berita
  • Contact Us
Have an existing account? Sign In
  • Contact
  • Blog
  • Complaint
  • Advertise
© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
EKONOMI

Harga Cabai di Sumut Turun, Pengamat: Dampak Intervensi Gubsu Bobby Nasution

berita
berita Published October 31, 2025
Share
SHARE

Medan,-Intervensi pasar yang dilakukan Gubernur Sumut Bobby Nasution menekan laju inflasi kembali membuahkan hasil. Di sejumlah pasar tradisional yang ada di Medan dan Deliserdang sebagai penyumbang inflasi terbesar di Sumut, cabai merah turun ke kisaran harga Rp45.000 dari dua hari sebelumnya di harga Rp72.000.

Pantauan wartawan, Kamis 30/10/2025 di pasar tradisional di Deliserdang yakni Pasar Gambir Jl Medan-Bagangkuis, kawasan Tembung, harga cabai merah gunung berada di harga Rp48.000 per kilogram dari sebelumnya Rp75.000.

Di hari yang sama, di Pasar Tradisional Batangkuis Kecamatan Batangkuis, harga cabai merah berda di angka Rp48.000/kilogram dari sebelumnya di harga Rp72.000

Sementara di Kota Medan, harga cabai di pasar tradisional juga mengalami penurunan.

Berdasarkan hasil pemantauan melalui Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS), harga cabai merah mengalami penurunan harga yang cukup tajam dalam dua hari perdagangan terakhir.

Harga cabai merah ditransaksikan turun menjadi Rp52 ribu per Kg, dari posisi sebelumnya di hari Senin yang dijual Rp79.200 per Kg.

Pengamat Ekonomi Gunawan Benyamin menilai penurunan harga cabai merah sejauh ini dipicu bertambahnya saluran distribusi cabai merah dari wilayah lainnya. Kalau sebelumnya Sumu mendatangkan cabai merah dari Jawa, Sumatera Selatan, Lampung serta tentunya produksi cabai merah dari lokal, saat ini cabai merah juga didatangkan dari wilayah Sulawesi.

“Ditambah lagi pada bulan November, cabai merah dari Sumatera Barat dan Aceh juga berpeluang masuk ke wilayah Sumut,” ungkap Gunawan.

Jadi dengan skenario tersebut, akademisi FE UISU itu menilai harga cabai merah berpeluang untuk ditransaksikan dalam rentang Rp35.000 hingga Rp40 ribu/Kg.

Namun dia menyarankan, sebaiknya pemerintah tidak mempertimbangkan untuk melakukan intervensi pasar lagi. Dikarenakan cabai merah dalam tren penurunan.

“Karena intervensi yang dilakukan nantinya akan menguras anggaran, dan pastinya bisa menekan harga cabai di level petani,” ungkap Gunawan.

Di sisi lain, Gunawan menyampaikan tren penurunan harga cabai merah seperti sekarang ini juga akan menelan korban pedagang besar yang salah dalam memberikan penawaran harga ke petani. Tidak sedikit pedagang alami kerugian di saat ada tren penurunan harga cabai.

Kerugian ini timbul umumnya karena perbedaan informasi harga di petani (dataran tinggi), dengan kesepakatan harga cabai merah yang masuk dalam bentuk cabai kardus.

Di sisi lainnya produksi cabai merah di Sumut diproyeksikan akan stagnan hingga Desember 2025. Ada kebutuhan tambahan yang harus didatangkan dari wilayah lainnya.

“Sehingga saya memproyeksikan harga cabai merah di November bis amenyentuh 35 hingga 40 ribu per Kg. Harga yang sedikit berada di atas harga keekonomiannya,” ujarnya.

Terpisah, peneliti Sumut Creative Project Amrizal Amran menilai tren penurunan harga cabai merah tersebut dampak dari intervensi pasar yang dilakukan Gubsu Bobby Nasution.

“Intervensi itu mempengaruhi harga pasar. Dan memang intervensi itu berangsur-angsur membuahkan hasil,” ujar Amrizal Amran.

Namun dia menyarankan agar Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Sumut tetap mengawal ketersedian stok dan harga pangan di Sumut.

“TPID itu kan ada BI, BPS, Bulog, Kepolisian dan dinas terkait. Ini harus terus mengawal agar langkah berani dan tanggap Gubernur Bobby selama ini tidak berjalan sia-sia,” tukas Amrizal Amran.

You Might Also Like

Satgas Pangan Polda Sumut Sidak Sejumlah Pasar di Medan

Satgas Pangan Poldasu Sidak Pusat Pasar Medan, Begini Hasilnya !!!

Warga Panik, Antrian Beli BBM di SPBU ” Mengular”

Pemko Medan Cek Langsung Stok BBM, Pertamina Pastikan Pasokan Aman

Dorong Pertumbuhan Ekonomi dan UMKM,Pemko Medan Buka Peluang Kerja Sama dengan BTN

Sign Up For Daily Newsletter

Be keep up! Get the latest breaking news delivered straight to your inbox.

By signing up, you agree to our Terms of Use and acknowledge the data practices in our Privacy Policy. You may unsubscribe at any time.
berita October 31, 2025 October 31, 2025
Share This Article
Facebook Twitter Copy Link Print
Share
Previous Article Bukan Hanya Bonus, Gubernur Bobby Nasution juga Siapkan Beasiswa untuk Atlet Berprestasi Popnas dan Peparpenas
Next Article Newcastle Pastikan Tempat di 8 Besar Carabao Cup
Leave a comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Latest News

Mangkir Pemeriksaan dan Wajib Lapor, Dokter Richard Lee Akhirnya Ditahan Polda Metro Jaya
KRIMINAL
Satgas Pangan Polda Sumut Sidak Sejumlah Pasar di Medan
EKONOMI HOME KRIMINAL Medan
Polresta DS Musnahkan Barang Bukti Narkoba Senilai 7 Miliar
HOME KRIMINAL
Satgas Pangan Poldasu Sidak Pusat Pasar Medan, Begini Hasilnya !!!
EKONOMI HOME KRIMINAL Medan
- Advertisement -
March 2026
M T W T F S S
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031  
« Feb    
DNABeritaDNABerita
© 2023 DNA BERITA. All Rights Reserved.
  • About
  • Contact
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
Cleantalk Pixel
Welcome Back!

Sign in to your account

Register Lost your password?