Jakarta ,-Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,6 mengguncang wilayah Sulawesi Utara pada Kamis pagi, 2 April 2026. Peristiwa ini menyebabkan dua korban meninggal dunia akibat tertimpa reruntuhan bangunan.
Salah satu korban diketahui bernama Deice Lahia (70), warga Teteli, Kabupaten Minahasa. Ia meninggal setelah tertimpa bangunan di are KONI Manado saat gempa terjadi.
Jenazah korban saat ini berada di Rumah Sakit Bhayangkara Manado. Pihak rumah sakit masih melakukan penanganan dan proses identifikasi sebelum diserahkan kepada keluarga.
Adik korban, Jek, mengaku menerima kabar duka tersebut melalui telepon. Saat kejadian, ia tidak berada di lokasi karena sedang berada di rumah keluarga lainnya.
“Saya dapat informasi lewat telepon kalau kakak saya sudah meninggal tertimpa reruntuhan. Kemudian saya langsung menuju lokasi kejadian sebelum ikut mengantar jenazah ke rumah sakit,” ujar Jek kepada Pro3 RRI, Kamis 2 April 2026.
Menurut Jek, korban sehari-hari berjualan kue di kios sederhana. Kios tersebut berada di area KONI Manado yang terdampak langsung oleh gempa.
Ia juga menyebut terakhir kali bertemu korban tiga hari sebelum kejadian. Saat itu, korban sempat meminta dirinya untuk pulang ke rumah.
Namun, Jek belum sempat memenuhi permintaan tersebut karena masih memiliki pekerjaan. “Dia sempat telepon minta saya pulang, tapi saya bilang nanti pagi,” katanya.
Pihak keluarga menerima kejadian ini sebagai musibah bencana alam. Meski begitu, mereka berharap proses penanganan jenazah berjalan dengan baik.
“Ini kan kejadian alam ya, musibah. Saya berharap jenazah kayak saya ditangani dengan baik oleh pihak-pihak terkait yang bertanggung jawab,” ucapnya.
Keluarga berencana segera memakamkan korban pada keesokan hari. Hal itu dilakukan karena kondisi jenazah yang tidak memungkinkan untuk disemayamkan lebih lama.

