Rasa takut ketinggalan atau ‘Fear of Missing Out’ (FOMO) semakin marak dialami masyarakat dunia, termasuk di Indonesia. Fenomena FOMO ini, membuat banyak orang sulit lepas dari kehidupan di media sosial (medsos)
FOMO dapat memicu kecemasan, stres, hingga rasa rendah diri jika terus-menerus membandingkan hidup dengan orang lain. Kondisi ini berdampak buruk pada kesejahteraan psikologis seseorang.
Gangguan tidur juga sering muncul karena kebiasaan memantau aktivitas orang lain hingga larut malam. Situasi ini dapat menurunkan kualitas istirahat serta mengganggu produktivitas harian.
Melansir Halodoc, FOMO dapat memberi efek besar ke kesehatan mental dan membuat kualitas hidup jadi berkurang. Karena itu, penting untuk mengetahui cara tepat buat ngatur FOMO agar tidak makin ganggu keseharian:
1. Kurangi tekanan dengan menerima kondisi
Mengakui bahwa FOMO adalah hal normal bisa membantu mengurangi rasa cemas. Penerimaan diri membuat pikiran jadi lebih ringan.
2. Prioritaskan hal penting dalam hidup
Fokuslah pada tujuan dan kebutuhan yang benar-benar berarti untukmu. Dengan begitu, hidupmu jadi lebih terarah dan bermakna.
3. Jangan sering membandingkan diri
Membandingkan hidup dengan orang lain hanya akan memicu rasa insecure. Lebih baik hargai proses dan pencapaianmu sendiri.
4. Cari bantuan profesional bila perlu
Jika FOMO sudah terlalu mengganggu, jangan ragu untuk mencari pertolongan ke psikolog. Langkah ini bisa menjaga kesehatan mentalmu.

