Medan, – Debat publik ketiga dalam rangkaian Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatera Utara (Sumut) tahun 2024 berlangsung di Tiara Convention Center, Kota Medan, Rabu (13/11/2024).
Debat ini menjadi kesempatan terakhir bagi pasangan calon (paslon) untuk memperkuat penyampaian visi dan strategi pembangunan daerah kepada publik sebelum masa kampanye berakhir pada 23 November 2024.
Dengan mengusung tema “Sinergitas Kebijakan Pembangunan Daerah Dalam Rangka Memperkokoh Negara Kesatuan Republik Indonesia”, debat ini bertujuan menggali rencana kolaboratif dari para paslon guna menjawab tantangan pembangunan di Sumut.
Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumut, Agus Arifin, menegaskan bahwa tema debat dirancang untuk menciptakan harmoni antara kebijakan daerah dan penguatan nilai-nilai persatuan nasional.
“Sinergitas menjadi kunci bagi siapa pun yang terpilih sebagai pemimpin. Kami berharap masyarakat mendapatkan gambaran yang jelas mengenai program dan komitmen para paslon melalui debat ini,” ujar Agus Arifin dalam sambutannya.
Debat ini tak hanya menjadi ajang adu gagasan, tetapi juga menjadi ruang bagi para paslon untuk menunjukkan kesiapan mereka dalam merangkul keberagaman Sumut.
“Sebagai wilayah yang multi etnis dan beragam suku bangsa, Sumatera Utara membutuhkan kepemimpinan yang mampu menjaga kesatuan di tengah perbedaan,” kata Agus, yang mengenakan pakaian tradisional sebagai simbol semangat kebhinekaan.
Selain menyampaikan pesan sinergitas, KPU Sumut juga menekankan pentingnya partisipasi aktif masyarakat dalam proses demokrasi.
“Masyarakat Sumut memiliki peran penting dalam menentukan arah pembangunan. Gunakan hak pilih Anda dengan bijak karena suara Anda menentukan masa depan Sumut,” imbau Agus.
Debat ketiga ini diharapkan menjadi referensi penting bagi pemilih dalam menentukan pilihan saat pemungutan suara pada 27 November 2024, dengan harapan menghasilkan pemimpin yang mampu membawa Sumut ke arah yang lebih baik.

