By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
DNABeritaDNABeritaDNABerita
  • HOME
  • MEDAN
  • HIBURAN
  • EKONOMI
  • KRIMINAL
  • NASIONAL
  • PENDIDIKAN
  • POLITIK
  • TEKNOLOGI
  • ADVERTORIAL
  • OLAHRAGA
  • Ide Berita
  • Contact Us
Reading: Catatan IMF : Indonesia Urutan Pertama Pengangguran Tertinggi di ASEAN
Share
Sign In
Aa
DNABeritaDNABerita
Aa
Search
  • HOME
  • MEDAN
  • HIBURAN
  • EKONOMI
  • KRIMINAL
  • NASIONAL
  • PENDIDIKAN
  • POLITIK
  • TEKNOLOGI
  • ADVERTORIAL
  • OLAHRAGA
  • Ide Berita
  • Contact Us
Have an existing account? Sign In
  • Contact
  • Blog
  • Complaint
  • Advertise
© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
EKONOMI

Catatan IMF : Indonesia Urutan Pertama Pengangguran Tertinggi di ASEAN

Editor
Editor Published July 26, 2024
Share
SHARE

Jakarta,-Tingkat pengangguran di Indonesia sebagai yang tertinggi di antara enam negara anggota ASEAN lainnya pada April 2024, demikian menurut catatan Dana Moneter Internasional (IMF).

Tingkat pengangguran di Indonesia tercatat sebesar 5,2 persen, sedikit lebih tinggi 0,1 persen dari Filipina.

Setelah Indonesia dan Filipina, Brunei Darussalam tercatat memiliki tingkat pengangguran sebesar 4,9 persen. Ini diikuti oleh Malaysia dengan 3,5 persen, Vietnam dengan 2,1 persen, dan Singapura dengan 1,9 persen.

Sementara itu, Thailand menempati posisi ketujuh di Asia Tenggara dengan tingkat pengangguran yang rendah. Berdasarkan data dari IMF, tingkat pengangguran di Thailand adalah sekitar 1,1 persen pada bulan April 2024.

“Dibandingkan Februari 2023, penurunan TPT terjadi di hampir semua tingkat pendidikan dengan penurunan terbesar pada jenjang sekolah menengah pertama (SMP), yaitu sebesar 1,13 persen. Sementara lulusan sarjana terapan (D4), sarjana (S1), magister (S2), dan doktor (S3) mengalami kenaikan TPT sebesar 0,11 persen,” seperti dikutip dari Berita Resmi Statistik BPS Nomor 36/05/Th. XXVII tertanggal 6 Mei 2024.

Pelaksana Tugas Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti, menyatakan bahwa jumlah penduduk usia kerja per Februari 2024 mencapai 214 juta orang.

Angka ini menunjukkan peningkatan sebesar 2,41 juta orang jika dibandingkan dengan periode yang sama di tahun 2023. Penduduk usia kerja tersebut terbagi menjadi dua kategori, yaitu angkatan kerja dan bukan angkatan kerja.

“Jumlah angkatan kerja mencapai 149,38 juta orang atau bertambah 2,76 juta orang, yang kira-kira tumbuh 1,88 persen. Sementara kelompok bukan angkatan kerja mencapai 64,62 juta orang atau lebih rendah sekitar 0,35 juta orang, yang kira-kira turun sebesar 0,54 persen,” kata Amalia dilansir dalam konferensi pers yang ditayangkan di kanal YouTube BPS pada Senin (22/7/2024).

Seperti teori permintaan dan penawaran yang sederhana, rendahnya keinginan pengusaha untuk menciptakan lowongan pekerjaan merupakan salah satu faktor utama yang menyebabkan tingginya angka pengangguran di Indonesia.

Lebih lanjut BPS mengungkapkan bahwa tingkat pengangguran di kalangan lulusan SMK lebih tinggi dibandingkan dengan lulusan Diploma IV, S1, S2, dan S3.

Pemikiran bahwa kinerja seseorang meningkat seiring dengan tingkat pendidikan mereka masih dijunjung tinggi hingga saat ini.

Meskipun tidak sepenuhnya keliru, pandangan ini seringkali menghalangi peluang bagi individu yang memiliki keinginan kuat untuk bekerja keras dan membutuhkan pekerjaan.

Selain itu, persyaratan batas usia yang menjadi perhatian masyarakat saat ini turut mempengaruhi lowongan kerja, dengan banyaknya orang yang merasa terbebani oleh ketentuan tersebut.

Tidak ada opsi lain selain menambah jumlah lapangan kerja dan memperbaiki kualitas tenaga kerja yang ada.

Pemerintah bersama generasi yang akan datang perlu berinovasi dalam menciptakan lapangan kerja baru guna menampung angkatan kerja yang lebih besar di Indonesia. Kualitas tenaga kerja terbaik dari tanah air tidak seharusnya hanya dimanfaatkan di luar negeri.

You Might Also Like

Satgas Saber Pelanggaran Harga, Keamanan dan Mutu Pangan 2026 Monitoring Bapokting di Pasar Bakaran Batu

Jasa Marga Catat Lonjakan Lalin Tol Libur Imlek 2026

Horeee !, Presiden Longgarkan Kredit Nelayan hingga 12 Tahun

Libur Imlek Penumpang Bandara Soetta Melonjak 20 Persen

Rico Waas: Kepengurusan Baru PHRI Sumut Harus Perkuat Daya Saing Pariwisata

Sign Up For Daily Newsletter

Be keep up! Get the latest breaking news delivered straight to your inbox.

By signing up, you agree to our Terms of Use and acknowledge the data practices in our Privacy Policy. You may unsubscribe at any time.
Editor July 26, 2024 July 26, 2024
Share This Article
Facebook Twitter Copy Link Print
Share
Previous Article Ricuh di Paris, Argentina Layangkan Protes ke FIFA
Next Article 3 Pilar Kebangsaan Bersama LPM Marelan dan Tokoh Masyarakat dan Agama Mewujudkan Kampung Pancasila di Marelan
Leave a comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Latest News

Kapolsek Tanjung Morawa Hadiri Punggahan Keluarga Besar Pendawa Deli Serdang
HOME KRIMINAL POLITIK
Polsek Tanjung Morawa Berpatroli Blue Light Antisipasi Genk Motor dan Gangguan Kamtibmas
HOME KRIMINAL NASIONAL
Satgas Saber Pelanggaran Harga, Keamanan dan Mutu Pangan 2026 Monitoring Bapokting di Pasar Bakaran Batu
EKONOMI HOME KRIMINAL
Jelang Ramadhan 1447 H, Rico Waas Punggahan bersama Warga dan Bantu Masjid Ikhwanul Muslimin Medan Amplas
Medan
- Advertisement -
February 2026
M T W T F S S
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
232425262728  
« Jan    
DNABeritaDNABerita
© 2023 DNA BERITA. All Rights Reserved.
  • About
  • Contact
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
Cleantalk Pixel
Welcome Back!

Sign in to your account

Register Lost your password?