By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
DNABeritaDNABeritaDNABerita
  • HOME
  • MEDAN
  • HIBURAN
  • EKONOMI
  • KRIMINAL
  • NASIONAL
  • PENDIDIKAN
  • POLITIK
  • TEKNOLOGI
  • ADVERTORIAL
  • OLAHRAGA
  • Ide Berita
  • Contact Us
Reading: BRIN Uji Ubi Bombing untuk Pemadaman Karhutla Skala Kecil
Share
Sign In
Aa
DNABeritaDNABerita
Aa
Search
  • HOME
  • MEDAN
  • HIBURAN
  • EKONOMI
  • KRIMINAL
  • NASIONAL
  • PENDIDIKAN
  • POLITIK
  • TEKNOLOGI
  • ADVERTORIAL
  • OLAHRAGA
  • Ide Berita
  • Contact Us
Have an existing account? Sign In
  • Contact
  • Blog
  • Complaint
  • Advertise
© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
NASIONAL

BRIN Uji Ubi Bombing untuk Pemadaman Karhutla Skala Kecil

Editor
Editor Published September 6, 2026
Share
SHARE

Jakarta – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) berhasil menguji coba formula ubi bombing pemadam kebakaran hutan (karhutla) skala terbatas. Hasil riset kimia molekuler tersebut memanfaatkan bahan tepung singkong sebagai pelapis pelindung isolasi panas lahan gambut.

Campuran bahan amonium polifosfat berfungsi mengisolasi titik panas dari bawah tanah agar kobaran api tidak meluas. Pengolesan dispersi cair keruh tersebut terbukti efektif menahan laju penyebaran karhutla pada area uji coba terbatas.

Inovasi pemadaman memerlukan dukungan alat khusus seperti drone untuk menyemprotkan dua ribu liter cairan per hektare. Pasokan amonium polifosfat saat ini masih bergantung pada impor Tiongkok karena belum diproduksi secara dalam negeri.

Periset Kimia Molekuler BRIN Julinton Sianturi memaparkan perkembangan eksperimen teknis pemadaman karhutla menggunakan tepung ubi kayu. “Dalam skala kecil, kami sudah berhasil melakukan percobaan, sedangkan skala besar masih dalam pengujian bersama tersebut,” kata Julinton, Sabtu, 5 September 2026

Julinton menerangkan fungsi penting zat kimia amonium polifosfat yang bertindak sebagai penghambat nyala api pada lahan. Karakteristik lahan gambut yang memiliki panas bawah tanah memerlukan formula khusus agar bara api padam total.

“Api dari bawah tanah dapat terhalang lapisan sehingga penyebarannya semakin sedikit dan panas terisolasi,” ujar Julinton.

Pengaplikasian udara dinilai menjadi strategi utama dalam mendistribusikan racikan cairan pemadam ke titik lokasi terisolasi. Peneliti terus menyempurnakan kalkulasi asumsi jumlah kebutuhan bahan baku sebelum memasuki tahap uji coba luas.

Pengembangan teknologi riset lokal diharapkan mampu menekan potensi kehancuran ekosistem hutan akibat ancaman karhutla tahunan. Evaluasi efisiensi biaya produksi terus dimaksimalkan agar inovasi tersebut siap diproduksi secara massal mendatang.

You Might Also Like

Abu Anak Krakatau Sampai Jakarta, Bandara Soetta Tutup

BMKG Deteksi 2.671 Titik Panas di Sumatra, Riau Capai 235 Hotspot

Jatanras Polres Asahan Ungkap Praktik Judi Online di Bagan Asahan, 8 Orang Diringkus

Enam Gunung Api di Indonesia Erupsi Bersamaan, Ini Penjelasan PVMBG

Duarr !!! Pabrik Sabun di Seimangke Meledak & Terbakar, 3 Pekerja Tewas Nekad Melompat dari Lantai 6, Begini Ceritanya !!!

Sign Up For Daily Newsletter

Be keep up! Get the latest breaking news delivered straight to your inbox.
By signing up, you agree to our Terms of Use and acknowledge the data practices in our Privacy Policy. You may unsubscribe at any time.
Editor September 6, 2026 September 6, 2026
Share This Article
Facebook Twitter Copy Link Print
Share
Previous Article Spurs Raih Point Pertama
Leave a comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Latest News

Spurs Raih Point Pertama
OLAHRAGA
Abu Anak Krakatau Sampai Jakarta, Bandara Soetta Tutup
NASIONAL
Genjot PAD, Pemprov Sumut Buka Layanan Bayar Pajak Kendaraan Malam Hari di Akhir Pekan
EKONOMI
Tanah Warga Diserobot Pengusaha FPI Datangi Polres Tebing Tinggi, Ini Tujuannya !!!
HOME KRIMINAL
- Advertisement -
September 2026
M T W T F S S
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
282930  
« Aug    
DNABeritaDNABerita
© 2023 DNA BERITA. All Rights Reserved.
  • About
  • Contact
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
Welcome Back!

Sign in to your account

Register Lost your password?