By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
DNABeritaDNABeritaDNABerita
  • HOME
  • MEDAN
  • HIBURAN
  • EKONOMI
  • KRIMINAL
  • NASIONAL
  • PENDIDIKAN
  • POLITIK
  • TEKNOLOGI
  • ADVERTORIAL
  • OLAHRAGA
  • Ide Berita
  • Contact Us
Reading: BKSDA Aceh Lepas Dua Satwa Liar Dilindungi, Kucing Emas dan Owa Siamang
Share
Sign In
Aa
DNABeritaDNABerita
Aa
Search
  • HOME
  • MEDAN
  • HIBURAN
  • EKONOMI
  • KRIMINAL
  • NASIONAL
  • PENDIDIKAN
  • POLITIK
  • TEKNOLOGI
  • ADVERTORIAL
  • OLAHRAGA
  • Ide Berita
  • Contact Us
Have an existing account? Sign In
  • Contact
  • Blog
  • Complaint
  • Advertise
© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
NASIONAL

BKSDA Aceh Lepas Dua Satwa Liar Dilindungi, Kucing Emas dan Owa Siamang

Editor
Editor Published August 1, 2024
Share
SHARE

Banda Aceh,-Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh melepasliarkan dua satwa liar dilindungi. Yakni kucing emas dan owa siamang ke Taman Wisata Alam (TWA) Jantho, Kabupaten Aceh Besar.

Kepala BKSDA Aceh Ujang Wisnu Barata mengatakan pelepasliaran tersebut sebagai upaya mengembalikan kedua satwa dilindungi ke habitatnya. “Hari ini ada dua satwa dilindungi yang dilepasliarkan, yakni satu kucing emas dan satu owa siamang ke kawasan hutan di TWA Jantho,” kata Wisnu dalam keterangannya, Rabu (31/7/2024). 

Wisnu menyebutkan sebelumnya kucing emas berkelamin jantan tersebut ditemukan terkena jerat di kaki kanan. Ini di Desa Ulu Aron, Kecamatan Pinto Rime Gayo, Kabupaten Bener Meriah, pada 4 Juni 2024.

“Selanjutnya, satwa dilindungi tersebut dievakuasi ke Kantor BKSDA Aceh di Banda Aceh. Guna mendapatkan penanganan medis hingga kakinya dinyatakan sembuh,” ujarnya. 

Sedangkan owa siamang, kata Wisnu, berasal dari penyerahan warga yang sebelumnya memelihara satwa dilindungi tersebut. Owa siamang yang dilepasliarkan tersebut dengan jenis kelamin jantan.

“Kedua satwa yang dilepasliarkan tersebut dalam kondisi sehat. Sebelumnya, tim BKSDA juga melatih kedua satwa tersebut untuk mengembalikan sifat liarnya,” ucapnya. 

Pihaknya akan terus memantau kedua satwa tersebut setelah pelepasan. Pemantauan tersebut untuk memastikan keduanya bisa kembali ke habitatnya.

“Kami mengimbau tidak menangkap dan memelihara satwa dilindungi karena keberadaannya di alam liar terancam kritis. Serta berisiko tinggi untuk punah,” katanya. 

You Might Also Like

Ini Dia, Kapal Meledak dan Terbakar Tewaskan 3 Nelayan, 5 Nelayan Masih Hilang

Kemenhut, BMKG, dan BNPB Waspadai Karhutla 2026

Erupsi Gunung Dukono, PVMBG Imbau Warga Pakai Masker dan Pelindung Mata

Hampir 1000 Gempa Susulan Terjadi Usai Gempa Besar di Ternate

PM Malaysia Akui Telpon Iran Sekali, Kapal Tengkernya Langsung Diloloskan

Sign Up For Daily Newsletter

Be keep up! Get the latest breaking news delivered straight to your inbox.

By signing up, you agree to our Terms of Use and acknowledge the data practices in our Privacy Policy. You may unsubscribe at any time.
Editor August 1, 2024 August 1, 2024
Share This Article
Facebook Twitter Copy Link Print
Share
Previous Article Gempa Guncang Gorontalo Kamis Pagi
Next Article Guardiola Puji Perkembangan Grealish
Leave a comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Latest News

H. Kasman Lubis Dorong Penambahan Anggaran di Dinas Perpustakaan untuk Tingkatkan Minat Baca
Medan
Pemprov Sumut Perkuat Program Keluarga dan KB, Kunci Sukses Bonus Demografi Menuju Indonesia Emas 2045
Medan
Supervisi PKK Sumut di Sergai, Kader Didorong Perkuat Program untuk Indonesia Emas 2045
Medan
Ini Dia, Kapal Meledak dan Terbakar Tewaskan 3 Nelayan, 5 Nelayan Masih Hilang
HOME KRIMINAL Medan NASIONAL
- Advertisement -
April 2026
M T W T F S S
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
27282930  
« Mar    
DNABeritaDNABerita
© 2023 DNA BERITA. All Rights Reserved.
  • About
  • Contact
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
Cleantalk Pixel
Welcome Back!

Sign in to your account

Register Lost your password?