Jakarta,-Bank Indonesia (BI) menyebut Indonesia memiliki potensi pariwisata yang besar, tapi kontribusinya pada perekonomian masih minim. Untuk meningkatkan kontribusi tersebut, BI mendorong pelaku usaha wisata membidik kalangan generasi muda sebagai pasar potensial.
“Indonesia negara yang indah, tapi kontribusi pariwisata pada perekonomian masih relatif kecil, sekarang baru sekitar 4 persen. Tapi penyerapan tenaga kerjanya cukup besar, sekitar 25 juta orang,” kata Deputi Gubernur Senior BI, Destry Damayanti dalam talkshow bertema “Next Generation Tourism” di ajang Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2025 di Jakarta Convention Center, Kamis (7/8/2025).
Menurutnya, trickle-down effect dari pariwisata sangat besar, karena sektor pariwisata tidak bisa berdiri sendiri. Pariwisata didukung oleh adanya industri makanan-minuman, hotel, restoran dan UMKM.
Destry juga mengatakan penduduk Indonesia saat ini, 70 persennya didominasi oleh anak muda. Anak-anak muda zaman sekarang, memiliki minat tersendiri dalam berwisata.
“Para pelaku industri wisata harus bersinergi membangun pariwisata yang sesuai dengan ekspektasi generasi muda sekarang. Karena yang memegang peran sekarang generasi muda, bagaiman membuat mereka juga senang berwisata di dalam negeri,” ujar Destry.
Dalam talk show tersebut, Destry juga menyebutkan capaian sektor pariwisata Indonesia. Destry mengutip laporan World Economic Forum tahun 2024 untuk sektor pariwisata.
“Untuk Asia Tenggara, Indonesia berada di peringkat kedua setelah Singapura. Selain itu, berada di peringkat ke-22 dari 119 negara,” ujar Destry.
Untuk mendukung pariwisata dalam negeri, BI telah meluncurkan kampanye “QRIS Jelajah Indonesia”. Kampanye yang mengajak masyarakat untuk berwisata sekaligus bertransaksi dengan instrumen keuangan digital, QRIS.
Kegiatan ini sekaligus mendorong digitalisasi, memperkuat inklusi dan memajukan UMKM. Sampai Semester I 2025, QRIS telah menjangkau 57 juta pengguna.
Dari jumlah itu, 39,3 juta pengguna di kalangan merchant, 93,16 persennya adalah UMKM. Transaksi menggunakan QRIS hingga saat ini jumlahnya mencapai 6,05 miliar transaksi senilai Rp579 triliun.

