Jakarta,- Badan Gizi Nasional (BGN) meminta masyarakat untuk melapor jika mendapati menu Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak sesuai ketentuan. BGN telah membuat Standard Operating Procedure (SOP) mengenai menu MBG selama Ramadan.
“BGN sudah menentukan SOP saat bulan puasa membagikan menu MBG dan saya kira SOP jelas. Kalau ada case SPPG membagikan menu tidak sesuai ketentuan, bisa lapor ke kami melalui call center,”kata Staf Khusus BGN, Redy Hendra Gunawan dalam keterangan yang diterima, Selasa, 24 Februari 2026.
Hal itu menanggapi keluhan guru SDN 6 Kayumalue Ngapa, Kota Palu, Sulawesi Tengah yang videonya beredar di media sosial. Dalam video, guru memperlihatkan menu MBG yang harganya dinilai tidak sesuai dengan ketentuan.
Guru tersebut menyebutkan menu MBG yang diberikan untuk dua hari yakni Senin dan Selasa 23-24 Februari 2026. Menu pertama susu kotak kecil, dua pisang berukuran kecil yang belum masak, roti dengan perkiraan harga Rp 1.000 dan empat butir telur puyuh.
Menu hari selanjutnya sebuah roti, empat biji kurma dan sebungkus kecil kacang goreng. Redy menegaskan menu yang wajib disajikan yakni karbohidrat, ada protein, serat dan buah.
Adapun untuk harga menu per porsi ditetapkan sebesar Rp8.000–Rp10.000 per porsi. Anggaran MBG juga mencakup biaya operasional sebesar Rp3.000 per porsi, antara lain pembayaran listrik.
Selanjutnya internet/telepon, gas, air, insentif relawan pekerja SPPG, insentif guru PIC, insentif kendaraan, pembayaran BPJS Ketenagakerjaan relawan. Insentif kader posyandu yang mendistribusikan makanan untuk 3B, pembelian alat pelindung diri dan kebutuhan kebersihan, pembayaran BBM mobil MBG.
“Harga menu penerima manfaat ada beberapa kategori Rp8.000-Rp 10.000. Kemudian Rp 3.000 digunakan untuk operasional dan Rp2.000 untuk insentif mitra SPPG,”ujarnya.
Sementara itu, Pakar Gizi dari IPB University, Prof Ali Khomsan, menilai sebaiknya MBG tidak perlu dibagikan saat Ramadan. Alasannya menu disajikan pada pagi hari dan dikonsumsi pada petang, jaraknya terlalu jauh.
“Idealnya MBG tidak usah diselenggarakan apalagi libur puasa dan semester. Makanan disediakan pagi sementara baru makan saat berbuka, jarak waktu lama sehingga tidak ideal dibagikan,”ujar Prof Ali.
Menurut Prof Ali jika tetap didistribusikan MBG selama puasa maka dapat beralih ke makanan yang sudah diolah. Menu makanan harus mencangkup gizi seimbang yang didalamnya ada sayur, lauk, buah dan susu.
“Apa yang dikonsumsi mengacu pemahaman gizi seimbang, makan dengan keberagaman pangan yang dicerminkan nasi, sayur, lauk, buah dan susu. Itu harus menjadi acuan dalam menyiapkan makanan untuk anak-anak, ibu hamil, menyusui dan lansia,”ujarnya.

