Jakarta ,-Hujan deras yang mengguyur wilayah DKI Jakarta sejak Kamis 22 Januari 2026 pagi menyebabkan banjir meluas di sejumlah kawasan. BPBD DKI mencatat hingga Jumat, 23 Januari 2026 pukul 00.00 WIB dini hari, sebanyak 154 RT dan 20 ruas jalan tergenang banjir.
Berdasarkan data Pusat Data dan Informasi Kebencanaan (Pusdalops) BPBD DKI, wilayah terdampak banjir tersebar di lima kota administrasi. Jakarta Selatan menjadi wilayah dengan jumlah RT terdampak terbanyak, yakni sebanyak 55 RT tergenang.
Kemudian disusul Jakarta Barat 38 RT, Jakarta Timur 30 RT, Jakarta Pusat 29 RT, dan Jakarta Utara 2 RT. Di Jakarta Barat, banjir terjadi antara lain di Kelurahan Duri Kosambi, Kapuk, Kedaung Kali Angke, hingga Rawa Buaya.
Adapun ketinggian air bervariasi antara 40 sentimeter hingga mencapai 150 sentimeter. Penyebab utama genangan di wilayah ini adalah curah hujan tinggi serta luapan Kali Angke dan Kali Pesanggrahan.
Sementara di Jakarta Pusat, banjir merendam 27 RT di Kelurahan Karet Tengsin dan 2 RT di Petamburan dengan ketinggian air hingga 70 sentimeter. Di Jakarta Selatan, genangan terjadi di kelurahan Petogogan, Pela Mampang, Kuningan Barat, hingga Pondok Pinang, sebagian akibat luapan Kali Krukut dan Kali Mampang.
Di Jakarta Timur, banjir melanda kawasan Cipinang Melayu, Kampung Melayu, Bidara Cina, dan Kebon Pala dengan ketinggian air mencapai 100 sentimeter. Adapun di Jakarta Utara, genangan tercatat di 2 RT di Kelurahan Kapuk Muara.
BPBD DKI Jakarta juga mencatat adanya lokasi pengungsian di beberapa wilayah. Di Jakarta Barat, pengungsi ditempatkan di Masjid Jami Al Khaeer, Kedaung Kali Angke, serta Aula Rusunawa KS Tubun, Kota Bambu Selatan.
Di Jakarta Pusat, warga terdampak mengungsi di RPTRA Segas, RPTRA Intiland, aula masjid, PAUD, dan pos RW di Karet Tengsin. Sementara di Jakarta Timur, pengungsian dibuka di Masjid Al Muqorrobin, Cipinang Melayu.
Selain permukiman, banjir juga menggenangi 20 ruas jalan, di antaranya Jalan Daan Mogot KM 13, Jalan Strategi Raya dan Basoka Raya di Joglo, Jakarta Barat. Serta Jalan Kebon Pala II di Jakarta Timur dengan ketinggian air hingga 65 sentimeter.
Kondisi ini sempat mengganggu mobilitas warga dan arus lalu lintas. BPBD DKI Jakarta menyebutkan sejumlah wilayah dan ruas jalan telah berangsur surut.
Wilayah itu di antaranya Gandaria Selatan, Jagakarsa, Cawang, Cililitan. Serta beberapa ruas jalan di Jakarta Pusat, Selatan, Timur, dan Utara.
Untuk penanganan banjir, BPBD DKI mengerahkan personel guna memonitor genangan dan berkoordinasi dengan Dinas Sumber Daya Air, Dinas Bina Marga. Serta Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan.
Upaya yang dilakukan meliputi penyedotan genangan, memastikan fungsi saluran air, serta pemenuhan kebutuhan dasar bagi warga terdampak. Genangan ditargetkan dapat surut dalam waktu cepat.
BPBD DKI Jakarta mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi genangan dan banjir susulan. Dalam kondisi darurat, warga diminta segera menghubungi layanan kedaruratan 112 yang beroperasi gratis selama 24 jam.

