Lumajang,- Aktivitas Gunung Semeru di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur, masih tergolong tinggi. Ini ditandai dengan kejadian awan panas guguran (APG) berulang selama periode 1–14 Februari 2026.
Pelaksana Tugas Kepala Badan Geologi, Lana Satria, mengatakan pada Sabtu 14 Februari 2026 teramati dua kali awan panas guguran. Adapun jarak luncur mencapai 6.000 meter ke arah tenggara dari puncak.
“Selama periode 1–13 Februari 2026, APG juga beberapa kali teramati dengan jarak luncur 2.500 hingga 4.000 meter disertai guguran material,” katanya dalam keterangan tertulis, Minggu, 15 Februari 2026.
Ia menjelaskan, aktivitas kegempaan didominasi gempa letusan, guguran, embusan, dan tremor harmonik. Hal tersebut menunjukkan masih adanya suplai material dari bawah permukaan ke puncak.
Selain itu, data tiltmeter di Stasiun Argosuko menunjukkan perubahan cepat yang diinterpretasikan sebagai respons mekanik pada sistem dangkal gunung api. Berdasarkan evaluasi, tingkat aktivitas Gunung Semeru tetap pada Level III (Siaga).
Masyarakat dilarang beraktivitas dalam radius 5 kilometer dari kawah Jonggring Seloko dan sektor tenggara sejauh 13 kilometer. Serta berpotensi meluas hingga 17 kilometer sepanjang aliran Besuk Kobokan.
Warga juga diminta mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, serta lahar di sepanjang aliran sungai yang berhulu di puncak Gunung Semeru. Terutama Besuk Kobokan dan sekitarnya.

