Deliserdang,-Erupsi Gunung Sinabung kembali menebar dampak. Kali ini, aktivitas vulkanik gunung api tersebut mengganggu konektivitas udara Sumatera Utara setelah sebaran abu vulkanik berdampak langsung terhadap operasional Bandar Udara Internasional Kualanamu.
Sedikitnya 21 penerbangan dari dan menuju Bandara Kualanamu dibatalkan akibat gangguan abu vulkanik. Pada Selasa (1/9/2026), sedikitnya 20 penerbangan tercatat mengalami pembatalan, sementara sejumlah penerbangan lainnya terdampak penundaan dan penyesuaian jadwal.
Pembatalan tidak hanya terjadi pada penerbangan domestik, tetapi juga menyentuh sejumlah rute internasional. Sebaran abu vulkanik yang ditimbulkan aktivitas erupsi Sinabung menjadi perhatian serius karena dapat mengancam keselamatan penerbangan.
Situasi bahkan sempat memaksa Bandara Kualanamu menghentikan sementara operasionalnya. Penutupan berlangsung sekitar pukul 10.50 hingga 12.45 WIB, sebagaimana tercantum dalam pemberitahuan operasional penerbangan atau NOTAM.
Langkah tersebut dilakukan dengan mengedepankan faktor keselamatan. Pihak bandara terus memantau perkembangan sebaran abu vulkanik dan kondisi atmosfer sebelum menentukan penyesuaian terhadap operasional penerbangan.
Hingga kini, kondisi penerbangan masih dinamis. Para penumpang yang hendak melakukan perjalanan melalui Kualanamu diimbau untuk terus berkoordinasi dengan maskapai masing-masing guna memastikan status penerbangan, jadwal keberangkatan, hingga kemungkinan perubahan rute.
Erupsi Sinabung kali ini kembali menjadi pengingat bahwa aktivitas vulkanik di Sumatera Utara memiliki dampak yang jauh lebih luas. Bukan hanya masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan gunung yang harus menghadapi ancaman erupsi, tetapi juga jutaan mobilitas masyarakat dan konektivitas udara dapat ikut terganggu ketika abu vulkanik menyelimuti jalur penerbangan.

