Medan,-Peringatan Hari Sumpah Pemuda yang diperingati setiap 28 Oktober menjadi momentum penting untuk memperkuat komitmen menyelamatkan generasi muda dari ancaman narkoba. Persoalan penyalahgunaan narkotika dinilai menjadi tantangan serius yang dapat merusak masa depan pemuda sekaligus menghambat kemajuan bangsa.
Ketua Komisi II DPRD Medan, H. Kasman bin Marasakti Lubis, Lc, MA, mengajak seluruh elemen masyarakat menjadikan semangat Sumpah Pemuda sebagai landasan untuk melindungi anak-anak muda dari bahaya narkoba yang mengancam kehidupan sosial, pendidikan, dan masa depan mereka.
“Semangat persatuan yang diwariskan para pemuda pada 1928 tidak cukup hanya diperingati melalui upacara dan kegiatan seremonial. Nilai-nilai Sumpah Pemuda harus diwujudkan melalui tindakan nyata, termasuk menghadapi berbagai persoalan yang mengancam kualitas generasi penerus bangsa,” kata Kasman saat ditanya wartawan, Rabu (28/10/2026).
Politisi Partai Keadilan Sejahtera (FPKS), fenomena penyalahgunaan dan peredaran narkoba di Kota Medan membutuhkan perhatian serius dari semua pihak. “Ancaman narkoba tidak hanya berkaitan dengan persoalan hukum, tetapi juga menyangkut masa depan keluarga, lingkungan pendidikan, keamanan masyarakat, dan keberlangsungan pembangunan daerah,” tegasnya.
Kasman menegaskan, upaya menyelamatkan generasi muda tidak bisa hanya dibebankan kepada aparat penegak hukum. Peran keluarga, sekolah, lingkungan masyarakat, tokoh agama, organisasi kepemudaan, serta pemerintah sangat diperlukan untuk membangun benteng perlindungan bagi anak-anak dan remaja.
“Pencegahan harus dimulai dari keluarga. Orang tua perlu membangun komunikasi yang baik dengan anak, mengetahui lingkungan pergaulannya, serta memberikan pendidikan agama dan moral. Sekolah dan masyarakat juga harus hadir menciptakan lingkungan yang aman, positif, dan bebas dari pengaruh narkoba,” ujarnya.
Selain pencegahan, Kasman mendorong penguatan edukasi bahaya narkoba, kegiatan olahraga, seni, kewirausahaan, serta pembinaan keterampilan bagi generasi muda. Anak-anak muda perlu diberikan kesempatan untuk menyalurkan energi dan kreativitas melalui kegiatan produktif agar tidak mudah terjerumus dalam pergaulan yang merusak.
Ia juga mengingatkan pentingnya penegakan hukum yang tegas terhadap jaringan pengedar dan bandar narkoba. Di sisi lain, pengguna yang mengalami ketergantungan perlu mendapatkan penanganan dan rehabilitasi sesuai ketentuan yang berlaku agar memiliki kesempatan untuk pulih dan kembali menjalani kehidupan yang produktif.
Menurutnya, peringatan Sumpah Pemuda harus menjadi panggilan bersama untuk membangun generasi yang tidak hanya mencintai tanah air, tetapi juga mampu menjaga dirinya, keluarganya, dan lingkungannya dari berbagai ancaman.
“Jangan sampai kita berbicara tentang Indonesia Emas, tetapi pada saat yang sama membiarkan generasi mudanya terancam narkoba. Menyelamatkan pemuda hari ini berarti menjaga masa depan bangsa. Mari jadikan semangat Sumpah Pemuda sebagai gerakan nyata untuk melindungi generasi muda Medan agar tumbuh sehat, berprestasi, dan mampu memberikan kontribusi terbaik bagi masyarakat,” pungkas Kasman.

