Medan,-Wakil Ketua DPRD Sumatera Utara, H. Salman Alfarisi, Lc, MA, meminta pemerintah meningkatkan kewaspadaan terhadap kabut asap kiriman yang menyelimuti sejumlah wilayah di Sumatera Utara, khusunya Kota Medan dimana sesuai situs pemantau indeks kualitas udara (AQI) angkanya sudah mencapai 183 bahkan sebagian wilayah di Medan mencapai angka 207.
Salman menegaskan, keselamatan dan kesehatan masyarakat harus menjadi prioritas, khususnya anak-anak yang rentan terhadap dampak pencemaran udara.
Menurutnya, apabila kualitas udara semakin tidak sehat akibat kabut asap, pemerintah perlu memberhentikan kegiatan belajar mengajar di sekolah yang berada di kawasan yang terdampak asap karhutla.
“Keselamatan anak-anak harus menjadi prioritas. Jika kabut asap semakin parah dan kualitas udara membahayakan kesehatan, meliburkan sekolah jadi langkah tepat,” kata Salman kepada wartawan di Medan, Kamis (15/10/2026)
Politisi PKS ini menilai, anak-anak merupakan kelompok rentan terhadap pencemaran udara. Karena itu, aktivitas di luar ruangan perlu dibatasi ketika kondisi udara berada pada kategori tidak sehat.
“Saya rasa langkah ini penting untuk melindungi anak-anak dari paparan asap yang berpotensi mengganggu kesehatan pernapasan serta mencegah meningkatnya kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), ” katanya.
Salman juga mendorong pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten/kota untuk memantau kualitas udara secara berkala serta menyampaikan informasi yang akurat kepada masyarakat.
“Kita juga mengimbau masyarakat mengurangi aktivitas di luar ruangan saat kabut asap semakin pekat, menggunakan masker ketika diperlukan,” pungkasnya.

