By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
DNABeritaDNABeritaDNABerita
  • HOME
  • MEDAN
  • HIBURAN
  • EKONOMI
  • KRIMINAL
  • NASIONAL
  • PENDIDIKAN
  • POLITIK
  • TEKNOLOGI
  • ADVERTORIAL
  • OLAHRAGA
  • Ide Berita
  • Contact Us
Reading: Waduh…Peternak Keluhkan Melonjaknya Harga Pakan Ternak, Ini Penyebabnya !!!
Share
Sign In
Aa
DNABeritaDNABerita
Aa
Search
  • HOME
  • MEDAN
  • HIBURAN
  • EKONOMI
  • KRIMINAL
  • NASIONAL
  • PENDIDIKAN
  • POLITIK
  • TEKNOLOGI
  • ADVERTORIAL
  • OLAHRAGA
  • Ide Berita
  • Contact Us
Have an existing account? Sign In
  • Contact
  • Blog
  • Complaint
  • Advertise
© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
EKONOMIHOMEMedan

Waduh…Peternak Keluhkan Melonjaknya Harga Pakan Ternak, Ini Penyebabnya !!!

Agus Leo
Agus Leo Published August 30, 2026
Share
SHARE

Medan – Kalangan peternak ayam, bebek maupun jenis unggas lainnya saat ini masih mengeluhkan kian Melonjaknya harga pasaran harga pakan.

Tak sampai disitu sudah banyak para peternak terpaksa gulung tikar akibat tak sesuainya hasil peternakan dengan biaya operasional.

Tantangan inilah membuat para peternak terpaksa memutar otak untuk mencari alternatif pakan ternak lainnya dari jenis sayur- sayuran maupun sisa – sisa potongan ikan maupun jenis lainnya.

Menurut informasi yang diterima awak media online ini, Minggu (30/08/2026) kalau salah satu penyebab kenaikan harga pakan ternak terjadi akibat lonjakan biaya bahan baku utama seperti bungkil kedelai atau Soybean Meal (SBM) yang sempat menyentuh Rp11.500 per kilogram serta kenaikan harga jagung.

Faktor Penyebab Kenaikan Kelangkaan SBM: Harga bungkil kedelai mengalami lonjakan tinggi dan kelangkaan pasokan di tingkat lokal.

Harga Jagung Naik: Jagung sebagai komponen utama pakan naik dari Rp5.500 menjadi sekitar Rp6.800 per kilogram akibat masa panen yang belum tiba.

Bahan Lain Ikut Naik: Konsentrat dan bekatul turut mengalami penyesuaian harga di pasaran.

” Saat ini masalah ketersedian pakan memang menjadi tantangan tersendiri bagi peternak ayam maupun bebek guna memenuhi kebutuhan makanan bagi hewan peliharaan, nasib peternak saat ini ini bagai bernafas dalam lumpur, kalau engak pandai mencari alternatif pakan maka akan mengalami kerugian,” ungkap Pak Sumarno seorang peternak di pasar 10 garapan Desa Manunggal Kecamatan.Labuhan Deli saat ditemui awak media online ini.(Gs/DS).

You Might Also Like

Alamak.. IRT Menjerit Harga Ayam Potong Masih Melonjak, Ini Dugaan Masalahnya !!!

Wujudkan Program Prioritas Wali Kota Rico Waas, Jalan Gang Garista Ladang Bambu Kini Mulus Dirabat Beton

Raih Anugerah Pemerataan Pembangunan Sumut, Bobby Nasution: Kami Pelayan Masyarakat

Sesuaikan Desil, BPS Ajak Masyarakat Lakukan Pemutakhiran Data Mandiri

Banjir Besar Jadi Pelajaran, Pemko Medan Perkuat Kesiapsiagaan dan Kolaborasi Kemanusiaan

Sign Up For Daily Newsletter

Be keep up! Get the latest breaking news delivered straight to your inbox.
By signing up, you agree to our Terms of Use and acknowledge the data practices in our Privacy Policy. You may unsubscribe at any time.
Agus Leo August 30, 2026 August 30, 2026
Share This Article
Facebook Twitter Copy Link Print
Share
Previous Article The Reds Sepakat Boyong Barcola
Leave a comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Latest News

The Reds Sepakat Boyong Barcola
OLAHRAGA
Alamak.. IRT Menjerit Harga Ayam Potong Masih Melonjak, Ini Dugaan Masalahnya !!!
EKONOMI HOME Medan
Wujudkan Program Prioritas Wali Kota Rico Waas, Jalan Gang Garista Ladang Bambu Kini Mulus Dirabat Beton
Medan
Catat !, Ini Perdiksi Sebaran Polutan Kebakaran Hutan dan Lahan
NASIONAL
- Advertisement -
August 2026
M T W T F S S
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31  
« Jul    
DNABeritaDNABerita
© 2023 DNA BERITA. All Rights Reserved.
  • About
  • Contact
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
Welcome Back!

Sign in to your account

Register Lost your password?