Medan – Kalangan peternak ayam, bebek maupun jenis unggas lainnya saat ini masih mengeluhkan kian Melonjaknya harga pasaran harga pakan.
Tak sampai disitu sudah banyak para peternak terpaksa gulung tikar akibat tak sesuainya hasil peternakan dengan biaya operasional.
Tantangan inilah membuat para peternak terpaksa memutar otak untuk mencari alternatif pakan ternak lainnya dari jenis sayur- sayuran maupun sisa – sisa potongan ikan maupun jenis lainnya.
Menurut informasi yang diterima awak media online ini, Minggu (30/08/2026) kalau salah satu penyebab kenaikan harga pakan ternak terjadi akibat lonjakan biaya bahan baku utama seperti bungkil kedelai atau Soybean Meal (SBM) yang sempat menyentuh Rp11.500 per kilogram serta kenaikan harga jagung.
Faktor Penyebab Kenaikan Kelangkaan SBM: Harga bungkil kedelai mengalami lonjakan tinggi dan kelangkaan pasokan di tingkat lokal.
Harga Jagung Naik: Jagung sebagai komponen utama pakan naik dari Rp5.500 menjadi sekitar Rp6.800 per kilogram akibat masa panen yang belum tiba.
Bahan Lain Ikut Naik: Konsentrat dan bekatul turut mengalami penyesuaian harga di pasaran.
” Saat ini masalah ketersedian pakan memang menjadi tantangan tersendiri bagi peternak ayam maupun bebek guna memenuhi kebutuhan makanan bagi hewan peliharaan, nasib peternak saat ini ini bagai bernafas dalam lumpur, kalau engak pandai mencari alternatif pakan maka akan mengalami kerugian,” ungkap Pak Sumarno seorang peternak di pasar 10 garapan Desa Manunggal Kecamatan.Labuhan Deli saat ditemui awak media online ini.(Gs/DS).

