Jakarta,- Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI merilis hasil rekapitulasi data pemilih nasional, dalam pelaksanaan Pemuktahiran Data Pemilih Berkelanjutan (PDPB). Anggota Komisioner KPU RI, Betty Epsilon Idros mengatakan, pemuktahiran ini dilakukan secara menyeluruh terhadap Warga Negara Indonesia (WNI).
Tidak hanya yang berada di dalam negeri, namun KPU juga melakukan pemuktahiran data pemilih ke Luar Negeri. Berdasarkan hasil pemuktahiran itu, Betty menyebut bahwa jumlah pemilih hasil rekapitulasi PDPB Semester 1 Tahun 2026, mencapai 214.357.667 pemilih.
“Jadi total pemilih nasional kita dalam negeri dan luar negeri 214.357.667. Terdiri atas laki-laki 49,85 persen laki-laki, perempuan 50,15 persen,” kata Betty dalam Rapat Pleno PDPB Semester 1 tahun 2026, di Kantor KPU RI, Jakarta, Senin, 20 Juli 2026.
Lebih lanjut diungkapkannya, berdasarkan hasil rekapitulasi data pemuktahiran pemilih ini, terjadi peningkatan yang cukup signifikan. Ia menuturkan dari hasil pelaksanaan PDPB ini, meningkat 1,11 persen dibandingkan pelaksanaan PDPB sebelumnya.
“Jadi peningkatan DPB semester 2 2025. Jika dibandingkan dengan sebelumnya sebanyak 1,11 persen,” ujarnya.
Ketua Divisi Data dan Informasi (Datin) KPU RI, Betty lebih lanjut memaparkan terkait sebaran jumlah pemilih. Dari 38 provinsi di Indonesia, jumlah pemilih hasil PDPB Semester 1 tahun 2026, terbanyak ada di Provinsi Jawa Barat.
“Jumlah pemilih terbesar provinsi dari provinsi paling besar ada di Jawa Barat: 35,7 jutaan pemilih. Jawa Timur: 32,5 juta pemilih; Jawa Tengah: 29,3 juta pemilih; Sumatra Utara: 11,3 juta data pemilih; Banten: 9,3 juta data pemilih,” ujarnya.

