Medan – Meski banyaknya peradapan suku dan etnis serta penikahan silang suku bangsa tidak menjadi permasalahan dari suku dan agama.
Di kota Medan sendiri sangat banyak penikahan lain agama yang di dalam agama islam di sebut Mualaf.
Tim jurnalis Komunitas Sedekah Jumat ( KSJ ) binaan H.Ikhwan Lubis SH,MH menganggap hal tersebut harus diperhatikan dimana kondiai kehidupan mereka pastinya akan menempuh jalan sulit dalam perekonomian keluarga di antara permasalahan mereka adalah menentang persetujuan keluarga hingga harus menempuh hidupnya sendiri tanpa ada dukungan keluarga yang sepaham agama.
Hingga ekonomi adalah yang utama dihadapi dalam permasalahan dialami para Mualaf di Indonesia .
Dalam kegiatan rutinya KSJ binaan H. Ikhwan Lubis SH .MH . yang di koordinatori Boim dan para relawan para jurnalis Medan bergerak menyasar dan membantu meringankan beban kehidupan untuk berbagi kepada Mualaf di 2 wilayah Medan Timur dan Medan Deli pada jumat (18/6/2026 ) ada sebanyak 9 kepala keluarga yang menjadi Mualaf di masing-masing daerah secaara dor to dor sejak pagi hingga menjelang siang .
Koordianator pelaksana sedekah jumat Suhermanto ( totok ) menjelaskan, terpantau di wilayah Medan Deli dan Medan timur sangat banyak pernikahan silang salah satunya Etnis Thionghoa dan suku jawa beragam yang berbeda dan kehidupan mereka sangat memprihatinkan di sebabkan kurang dukungan dari keluarganya.
Makanya saya bersama Tim KSJ melakukan kunjungan langsung membantu meringankan beban ekonomi dialami mereka, kami melakukanya bahwa ditengah tengah masa sulit masih ada KSJ yang tanpa mereka sadari memperhatikan kesulitan mereka, jelas Suhemanto.
Hal tersebut juga dirasakan Akiong seorang Mualaf dari etnis Thionghoa, dirinya mengatakan, saat ini sudah bingung mau cari uang kemana lagi untuk membeli beras, dirinya terpaksa pinjam uang ke keluarga hanya bisa membeli setengah kilogram beras, kalau dimasak paling juga bisa untuk satu hari.
Tanpa sadar saat itu tim jurnalis KSJ datang membawa sekarung beras untuk keluarga kami , Kami sekeluarga merasa senang dan di sela – sela kesulitan ini masih ada kuasa Tuhan untuk menolong kami, bantuan beras dari KSJ penyambung hidup kami dan menjadi darah daging bagi keluarga kami, semoga KSJ tetap peduli dan semoga mendapatkan keberkahan dari Tuhan yang maha kuasa, tutur Akiong mendoakan.
Sementara itu, Pendiri pembina KSJ H.Ikhwan Lubis SH.MH. terus menyuarakan semangat , KSJ Harus bisa menjadi amanah untuk orang-orang yang benar benar membutuhkan bukan sekedar organisasi sosial namun mata untuk semua fakir miskin terutama untuk anak anak yatim.
“Kita harus komitmen walau saat ini tanpa adanya Donasi kita harus siap menjalankanya tanpa pernah berhenti”,tutup H.Ikhwan Lubis akrab disapa pejuang duafa yang tetap Istiqomah bersedekah tersebut. (Gs/Mdn).

