Belawan – Sudah 2 hari ini warga di kawasan Medan Utara masih disuguhi pemandangan banjir pasang air laut (banjir rob) di Belawan, Medan Labuhan dan Marelan.
Meski sudah ada sekitar 5 sumur pompa dibangun dengan anggaran miliaran rupiah dan proyek tanggul rob namun faktanya kondisi banjir rob tak kunjung teratasi.
Warga mempertanyakan manfaat dari kedua proyek yang menghabiskan miliaran uang rakyat tersebut nyatanya hingga kini masyarakat maupun pengguna jalan masih menikmati genangan banjir rob yang sudah merambah ke badan jalan mengakibatkan kenderaan mogok serta cepat rusak terendam air asin (kerosin dan karatan).
Sesuai amatan banjir rob mulai muncul sinag hari sekira pukul 14.00 WIB hingga sore harinya dengan kedalaman air asin bervariasi.
Disi lain sejak kemarin banjir rob melanda kawasan Belawan hingga banjir rob kali ini banyak dijadikan warga sebagai taman wisata air asin yang gratis bagi kalangan ibu rumah tangga maupun para anak-anak remaja.
Bukan hanya merendam pemukiman warga saja, melainkan banjir rob akibat naiknya air laut itu merambah sampai ke badan jalan dan terkadang kerap membuat jalanan macet dan jalanan aspal sudah banyak yang keropos terendam air asin.
Banjir rob terparah tampak di sejumlah kawasan di Belawan yakni di Ujung Tanjung Kelurahan Bagan Deli, di Kelurahan Belawan Bahagia (Pajak Baru), di Kelurahan Belawan 1 ( Belawan lama dan gudang arang), bahkan banjir merendam kawasan Sicanang dan Belawan Bahari.
Meski sudah ada proyek penanggulangan banjir dari Pemko Medan namun entah kenapa serangan banjir rob belum mampu teratasi.
Kenyataannya warga hingga kini masih mengalami penderitaan akibat banjir rob beberapa jam lamanya atau selama 5 jam setiap harinya hampir setiap dua bulan sekali.
Lebih menderitanya lagi bila banjir rob datang pada tengah saat warga sedang tidur dan otomatis warga Belawan umumnya terpaksa jadi Patimah..alias Payah tidur malam.begitu kiranya keluhan warga(Gs/Blw).

