Jakarta – Pemerintah memastikan ketersediaan dan distribusi bahan bakar minyak (BBM) terjaga di seluruh Indonesia. Termasuk di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T)
Salah satu upaya yang dilakukan adalah melalui program BBM Satu Harga di Kalimantan Utara (Kaltara). Kepala Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas), Wahyudi Anas, menegaskan penyediaan BBM merupakan tugas negara yang memiliki tantangan geografis besar.
“Ini merupakan tugas negara dalam menyiapkan dan mendistribusikan BBM hingga ke wilayah 3T. Wilayah tersebut bukan wilayah yang mudah dijangkau,” ujar Wahyudi dalam keterangan tertulis, Minggu 29 Maret 2026.
Distribusi BBM ke wilayah terpencil dilakukan menggunakan transportasi multimoda. Mulai dari jalur darat, laut, hingga udara.
Advertisement
Wahyudi meninjau proses pengangkutan BBM menggunakan pesawat Air Tractor dari Bandara Juwata Tarakan menuju Bandara Yuvai Semaring di Long Bawan, Krayan, Kabupaten Nunukan, Sabtu (28/3/2026). Wilayah ini berbatasan langsung dengan Serawak, Malaysia.
Menurutnya, pengiriman BBM ke daerah tersebut membutuhkan upaya ekstra dengan risiko tinggi karena medan yang sulit dijangkau. “Dengan effort dan risiko yang sangat tinggi untuk dapat mengirimkan BBM bagi masyarakat yang benar-benar sulit terjangkau,” katanya.
Wahyudi juga mengapresiasi upaya Pertamina Patra Niaga yang konsisten menjaga ketersediaan BBM subsidi dan kompensasi negara hingga ke pelosok negeri. Ia menekankan bahwa distribusi BBM melalui udara memerlukan pengelolaan khusus karena sifat BBM yang mudah terbakar.
Advertisement
Pengiriman BBM menggunakan pesawat Air Tractor dilakukan maksimal tiga kali dalam sehari. Pilot yang menerbangkan armada tersebut wajib memiliki sertifikasi khusus.
Pesawat ini mampu mengangkut hingga 3.000 liter Biosolar atau 4.000 liter Pertalite dalam sekali penerbangan. Adapun total waktu tempuh pulang-pergi sekitar dua jam dari Bandara Juwata.
Setibanya di bandara tujuan, BBM dipindahkan ke kendaraan double cabin berkapasitas 1 kiloliter untuk disalurkan ke empat penyalur BBM Satu Harga di empat kecamatan di Kabupaten Nunukan. Adapun waktu distribusi ke titik penyalur bervariasi.
Untuk wilayah Krayan Selatan misalnya, jarak pengiriman mencapai 30–40 kilometer dengan waktu tempuh 2–3 hari, tergantung kondisi cuaca. “Insya Allah, komitmen negara untuk hadir menyediakan BBM satu harga di wilayah 3T terus dapat dijalankan dengan baik dan lancar,” ujar Wahyudi.

