Kathmandu,-Balendra Shah, seorang “rapper” resmi dilantik sebagai Perdana Menteri Nepal termuda pada Jumat, 27 Maret 2026. Shah diangkat menjadi PM oleh Presiden Ram Chandra Paudel setelah Partai Rastriya Swatantra (RSP) yang baru berusia tiga tahun memenangkan 182 kursi di parlemen.
Uniknya, rapper yang beralih menjadi politisi itu sehari sebelum pelantikannya sebagai PM Nepal, merilis sebuah lagu rap yang dibagikan di media sosial. Shah yang dikenal sebagai Balen menyampaikan pernyataan publik pertamanya sejak pemilu melalui sebuah lagu.
“Nepal tidak takut kali ini, hati penuh dengan darah merah. Tawa dan kebahagiaan akan mencapai setiap rumah tangga kali ini,” kata Shah menyanyikan rap dalam lagu berjudul Jay Mahakaali (Kemenangan bagi Dewi Mahakali) dilansir Al Jazeera.
Video musiknya, yang menampilkan visual kerumunan besar yang bersorak untuknya selama kampanye pemilu, telah ditonton hampir tiga juta kali. “Kekuatan persatuan adalah kekuatan nasional saya,” ujar Shah melanjutkan liriknya.
Kebangkitan pria berusia 35 tahun ini menandai pergeseran penting dalam politik Nepal. Janjinya untuk perubahan beresonansi dengan para pemilih yang marah terhadap korupsi, nepotisme, dan pemerintahan elit
Setelah hanya tiga tahun menjabat sebagai walikota ibu kota Kathmandu, Shah bergabung dengan Partai Rastriya Swatantra (RSP) sebagai kandidat perdana menteri. Serta, meraih kemenangan telak dalam pemilihan umum bulan ini dilansir BBC.
Para pendukungnya melihatnya sebagai simbol perubahan dan terobosan dari kegagalan rezim lama Nepal. Namun, beberapa pihak mempertanyakan apakah RSP yang baru seusia jagung ini mampu mewujudkan janji-janji berani yang telah dibuatnya.
Saat pelantikan, pria berusia 35 tahun itu mengenakan celana panjang hitam dan jaket yang senada. Serta, topi kain Nepal hitam khasnya, dan kacamata hitam saat dilantik di Istana Presiden, di hadapan para diplomat dan pejabat senior pemerintah.
Shah diangkat menjadi PM Nepal setelah RSP yang baru berusia tiga tahun memenangkan 182 kursi di parlemen yang beranggotakan 275 orang dalam pemilihan 5 Maret. Ini merupakan pemilihan pertama sejak protes anti-korupsi yang dipimpin oleh Generasi Z yang menewaskan 76 orang.

