Abu Dhabi ,-Pencarian 3 Anak Buah Kapal (ABK) WNI kapal tug Musaffah 2 masih dilakukan oleh otoritas Oman dan Persatuan Emirat Arab (PEA). Kata Duta Besar RI untuk PEA, Judha Nugraha dalam keterangan, Sabtu, 28 Maret 2026.
Dubes Judha menyebut, KBRI Abu Dhabi berkoordinasi dengan KBRI Muscat terus menangani insiden ledakan di kapal tug Musaffah 2 di Selat Hormuz. Dubes Judha mengungkapkan, hingga saat ini ketiga ABK WNI masing-masing berinisial M, S dan A, belum ditemukan.
“Tiga awak WNI yang hilang masih blm ditemukan. Otoritas Oman dan Otoritas PEA belum memberikan pernyataan resmi terkait hasil pencarian para korban,” ujar Dubes Judha menambahkan.
Sedangkan, seorang WNI selamat yang bertugas sebagai kapten kapal atas nama Rano Djama, telah selesai menjalani operasi luka bakar dan diperbolehkan keluar dari rumah sakit. KBRI Abu Dhabi juga telah menerbitkan paspor baru, dikarenakan paspor lama Rano turut tenggelam bersama kapal Musaffah 2.
“KBRI telah membantu penerbitan paspor baru dan juga memfasilitasi hak kompensasi dari pihak perusahaan. Yang bersangkutan berencana menjalankan masa cuti di Indonesia, setelah kondisi kesehatannya lebih baik,” kata Dubes Judha menjelaskan.
“Terkait hak-hak gaji para korban, KBRI Abu Dhabi terus berkomunikasi dengan perusahaan.”
Sebelumnya, terjadi kebakaran 1 tug boat bernama Musaffah 2, berbendera Persatuan Emirat Arab (PEA), di Selat Hormuz, di antara perairan PEA dan Oman. Kabar insiden yang terjadi Jumat, 6 Maret 2026, dini hari ini diterima KBRI Abu KBRI Abu Dhabi dan KBRI Muscat di hari yang sama.
Perwakilan RI segera berkoordinasi dengan otoritas PEA dan Oman, dan pihak perusahaan Safeen Prestige. Berdasarkan informasi yang diterima, Musaffah 2 berawak total 7 personil berkewarganegaraan Indonesia, India, dan Filipina.
Empat awak selamat, sedangkan tiga awak lainnya masih dalam proses pencarian. Khusus kondisi empat awak WNI, satu WNI selamat sedang mendapat perawatan luka bakar di rumah sakit di Kota Khasab, Oman.
Sementara, berdasarkan saksi mata, “Musaffah 2” mengalami ledakan yang menyebabkan kapal terbakar dan tenggelam. Hingga saat ini, Otoritas di PEA dan Oman masih melakukan penyelidikan terkait penyebab insiden ini.

