Jakarta,-Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto mengatakan, kebijakan Work From Home (WFH), akan segera diumumkan. Hal itu diungkapkannya, usai mengikuti pertemuan dengan Presiden Prabowo Subianto, di Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat, 27 Maret 2026.
Menko Airlangga mengungkapkan, kebijakan WFH ini akan segera ditetapkan pada Maret 2026. Penetapan kebijakan itu, menjadi salah satu langkah strategis pemerintah, dalam mengurangi konsumsi BBM, menyikapi situasi global saat ini.
Mengendalikan Konsumsi BBM
“Pokoknya (kebijakan WFH) akan ditetapkan bulan ini,” kata Airlangga secara singkat kepada wartawan, di Pilar Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat, 27 Maret 2026.
Meski demikian ia tidak membeberkan tanggal penetapan kebijakan tersebut. Namun melihat tenggat waktu yang tersisa, Menko Perekonomian menyatakan bahwa pemerintah masih memiliki waktu untuk mematangkan kebijakan WFH.
“Bulan ini tinggal berapa hari? (tiga-empat hari lagi). Ya, jadi masih ada waktu,” ujarnya.
Sebelumnya, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian, menyatakan optimis dalam penerapan wacana kebijakan WFH. Sebab menurut Tito, Indonesia telah memiliki pengalaman dalam menjalankan kebijakan kerja dari rumah (WFH).
“Nggak masalah, kalau saya yakin nggak akan masalah. Karena ini bukan pengalaman pertama ini, pada waktu jaman COVID itu kan WFH,” kata Tito kepada wartawan, Rabu, 25 Maret 2026.
Akan tetapi Mendagri mengungkapkan, hal yang perlu menjadi perhatian dalam pelaksanaan WFH ini, ialah untuk pemerintah daerah (pemda). Sebab dikatakannya dalam penerapan kebijakan WFH ini, mayoritas kepala daerahnya masih baru dan belum memiliki pengalaman.
“Cuma, mungkin karena daerah ini ada kepala daerah baru, nanti saya akan kasih penjelasan pada mereka. Hal-hal yang esensial seperti angkutan, kemudian yang melayani emergensi, rumah sakit, kebersihan harus tetap jalan,” ucap Mendagri.

