Manchester,-Manchester United (MU) menaklukkan Manchester City 2-0 di Stadion Old Trafford, Sabtu, 17 Januari 2026. Kemenangan atas rival sekota itu menandai awal ideal Michael Carrick sebagai pelatih interim MU.
Klub berjuluk ‘Setan Merah’ itu mampu meredam dominasi City sepanjang pertandingan. Penguasaan bola 32 persen membuat MU lebih banyak bertahan, namun mereka mampu menahan City pada xG 0,45.
Formasi 4-4-2 rapat yang diterapkan Carrick berhasil dieksekusi dengan koordinasi yang baik serta intensitas tinggi. Pemain sayap seperti Amad Diallo dan Patrick Dorgu tampil menonjol sepanjang pertandingan.
Babak pertama berakhir 0-0 setelah dua gol MU melalui Diallo dan Bruno Ferandes dianulir karena offside. Pada awal babak kedua, MU kembali nyaris memimpin, namun kiper City Gianlugi Donnarumma mampu melakukan penyelamatan penting.
Kebuntuan akhirnya terpecah pada menit ke-65 melalu serangan balik cepat. Kerja sama apik antara Fernandes dan Bryan Mbeumo mampu berbuah gol lewat sepakan kaki kiri Mbeumo.
Pada menit ke-76, umpan silang Matheus Cunha berhasil dikonversi Dorgu dengan baik untuk menggandakan keunggulan. Tuan rumah sempat mencetak gol penutup melalui Mason Mount pada menit ke-92, namun dianulir wasit karena offside.
Kemenangan tersebut menambah daftar pelatih besar yang pernah dikalahkan Carrick sebagai pelatih MU. Sebelumnya, ia menundukkan Unai Emery dan Mikel Arteta, serta menahan imbang Chelsea asuhan Thomas Tuchel pada musim 2021/2022.
Usai pertandingan, Carrick meninggalkan lapangan diiringi lagu yang dibuat pendukung MU untuknya saat tiba sebagai pemain pada 2006. Carrick menyebut kemenangan ini adalah awal yang indah, namun ia menuntut para pemain untuk menjaga konsistensi mereka.
“Ini awal yang sangat baik, tidak bisa disangkal. Konsistensi adalah kunci setiap kesuksesan, dan jika menemukannya, peluang menang akan terbuka,” ujar Carrick.
Keberhasilan Carrick juga menuai pujian dari pundit sekaligus mantan pemain MU, Gary Neville dan Roy Keane. Keduanya sempat meragukan penunjukkan Carrick sebagai pelatih interim MU hingga akhir musim 2025/2026.
“Michael Carrick sedang berada di surga. Para figur besar seperti Donnarumma, Rodri, Haaland, hingga Pep Guardiola terlihat terpukul, mereka benar-benar dibuat kerepotan,” ujar Neville.
Senada dengan Neville, Keane menyebut MU tampil dengan baik dan layak mendapat kemenangan. “Ini sore yang sempurna bagi United, mereka menang bukan karena keberuntungan,” ujarnya.
Selanjutnya, tantangan besar masih akan menanti Carrick untuk membuktikan kualitasnya sebagai pelatih MU. Mereka akan menghadapi pemuncak klasemen Arsenal di Stadion Emirates, pada pertandingan Liga Inggris, Minggu, 25 Januari 2026 mendatang.

