By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
DNABeritaDNABeritaDNABerita
  • HOME
  • MEDAN
  • HIBURAN
  • EKONOMI
  • KRIMINAL
  • NASIONAL
  • PENDIDIKAN
  • POLITIK
  • TEKNOLOGI
  • ADVERTORIAL
  • OLAHRAGA
  • Ide Berita
  • Contact Us
Reading: Insentif Kurang, Dokter Spesialis Sulit Menetap di Daerah
Share
Sign In
Aa
DNABeritaDNABerita
Aa
Search
  • HOME
  • MEDAN
  • HIBURAN
  • EKONOMI
  • KRIMINAL
  • NASIONAL
  • PENDIDIKAN
  • POLITIK
  • TEKNOLOGI
  • ADVERTORIAL
  • OLAHRAGA
  • Ide Berita
  • Contact Us
Have an existing account? Sign In
  • Contact
  • Blog
  • Complaint
  • Advertise
© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
EKONOMI

Insentif Kurang, Dokter Spesialis Sulit Menetap di Daerah

berita
berita Published January 18, 2026
Share
SHARE

 Jakarta – Praktisi Kesehatan Masyarakat, Dr. Ngabila Salama menyampaikan adanya alasan khusus dokter spesialis enggan menetap lama di wilayah terpencil. Menurutnya, penyebab utamanya adalah belum ada penghargaan atau insentif pemerintah bagi dokter spesialis mengabdi di daerah.

“Take and give-nya apa nih dari pemerintah untuk dokter-dokter yang bukan putra daerah. Tetapi mau mengabdi di daerah tersebut, nah tentunya kan harus ada,” katanya dalam wawancara, Sabtu, 17 Januari 2026.

Ia menekankan bahwa skema timbal balik tersebut harus sebanding dengan pengorbanan yang dilakukan dokter. Menurutnya, tanpa kebijakan yang adil dan menarik, sulit mengharapkan dokter spesialis bertahan lama di daerah terpencil.

Selain itu, ia menilai solusi jangka panjang yang paling ideal adalah menyekolahkan putra daerah menjadi dokter spesialis. Dengan demikian, setelah menyelesaikan pendidikan, mereka berpotensi kembali mengabdi di daerah asalnya. 

“Memang yang terbaik adalah kita menyekolahkan putra daerah. Ketika putra daerah disekolahkan, suatu keria dia akan kembali, bahkan mungkin akan menjadi ASN,” ujarnya, menjelaskan. 

Untuk mencegah kekurangan dokter spesialis di daerah terpencil, ia menyarankan fakultas kedokteran mengirim residen. Yaitu para mahasiswa dokter spesialis untuk belajar mengabdi di wilayah terpencil. 

Selain itu, pemerintah juga harus memberikan insentif khusus kepada dokter spesialis yang menetap di wilayah terpencil. “Saat ini insentif yang diberikan masih kurang,” ucapnya.

Sebelumnya, Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menyebut kebijakan pemerintah memberikan tunjangan khusus untuk dokter spesialis. Pemberian insentif ini merupakan ide dari Presiden Prabowo Subianto bagi dokter spesialis di wilayah 3T.

Kebijakan itu, yang ditetapkan dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 81 Tahun 2025. “Beliau yang akan luncurkan, karena itu idenya beliau ya,” ujarnya. 

Walaupun demikian, ia belum dapat menyebutkan tanggal pastinya. Karena menyesuaikan dengan agenda-agenda Presiden Prabowo.

You Might Also Like

Mulai dari 200 Ribu, Usaha TST Pak Fen Raub Cuan Jutaan Perhari

Indonesia Ekspor Karkas Ayam ke Saudi untuk Kebutuhan Jamaah Haji dan Umroh

Ekspor Lidi Sumut Tembus Rp197,29 Miliar, Barantin Dorong UMKM Perluas Pasar

FOZ Sumut Ajak Lembaga Zakat Kolaborasi untuk Beasiswa 70 Anak dan Rumah Singgah Pasien

RDP dengan Komisi II DPR RI, Wagub Surya Paparkan Strategi Optimalisasi Aset dan BUMD untuk Dongkrak PAD Sumut

Sign Up For Daily Newsletter

Be keep up! Get the latest breaking news delivered straight to your inbox.
By signing up, you agree to our Terms of Use and acknowledge the data practices in our Privacy Policy. You may unsubscribe at any time.
berita January 18, 2026 January 18, 2026
Share This Article
Facebook Twitter Copy Link Print
Share
Previous Article TKD Aceh dan Sumatra Cair Pekan Depan, Cek Rinciannya
Next Article BMKG Keluarkan Peringatan Cuaca Ekstrem 18-19 Januari
Leave a comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Latest News

Polisi Mediasi Permasalahan Warga Terkait Dengan Suara Speaker
HOME KRIMINAL
PEP Rantau Field Tingkatkan Kesiapsiagaan Lewat Simulasi Bencana Hindrometeorologi
NASIONAL
Mulai dari 200 Ribu, Usaha TST Pak Fen Raub Cuan Jutaan Perhari
EKONOMI HOME Medan NASIONAL PENDIDIKAN
Wagub : Konektivitas Kunci Percepatan Pembangunan
Medan
- Advertisement -
September 2026
M T W T F S S
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
282930  
« Aug    
DNABeritaDNABerita
© 2023 DNA BERITA. All Rights Reserved.
  • About
  • Contact
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
Welcome Back!

Sign in to your account

Register Lost your password?