Jakarta,-Harga logam mulia Antam terus meroket seiring kenaikan harga emas dunia dan pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. Logam mulia diperkirakan bisa menembus harga lebih dari Rp3 juta rupiah di pekan ini.
Hari ini, harga logam mulia Antam sebesar Rp2.652.000 per gram, naik sebesar Rp21.000 dibandingkan harga Senin kemarin. Sedangkan harga emas dunia, berdasarkan data Bloomberg, di level USD4.587 per troi ons.
Analis Pasar Uang, Ibrahim Assuaibi mengatakan, harga emas masih berpotensi naik pekan ini. “Kalau harga emas dunia terus naik, kemungkinan bisa menembus harga USD4.700 per troi ons, dan harga logam mulia mencapai Rp3.100.000 per gram,” ujarnya, Selasa (13/1/2026).
Menurutnya, dinamika politik di Amerika Serikat dan tensi geopolitik menjadi pemicu utama meroketnya harga emas. Di AS, posisi bank sentral the Fed sedang menjadi sorotan.
Jaksa Agung AS membidik Ketua the Fed, Jerome Powell terkait dugaan penguapan dana renovasi gedung bank sentral AS. Selain Powell, Jaksa Agung juga akan memanggil pejabat the Fed Lisa Cook yang dipecat Presiden Trump beberapa waktu lalu.
“Selain itu AS akan menyelenggarakan pemilu sela, serta mencuatnya seruan impeachment terhadap Presiden Trump,” ucap Ibrahim. Di sisi lain, ekspektasi pemangkasan suku bunga the Fed menguat, karena perekonomian dan pasar tenaga kerja AS yang melemah.
Dari sisi geopolitik, lanjut Ibrahim, fokus utamanya adalah kondisi Iran setelah dilanda aksi unjuk rasa, sementara AS dan Iran saling ancam. “Namun ada kemungkinan akan ada negosiasi antara keduanya,” ujar Ibrahim.
Tensi geopolitik di Eropa diperkirakan juga akan memanas, setelah Presiden Trump menyatakan akan menguasai Greenland. Sementara ketegangan antar Rusia dan Ukraina masih berlanjut.
Di dalam negeri, tambah Ibrahim, semakin melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS ikut mendorong naiknya harga logam mulia. Di samping sisi permintaan yang lebih tinggi dibandingkan persediaan emasnya.

