Jakarta,-Masyarakat terdampak banjir bandang di Aceh Tamiang berharap segera menempati hunian yang disiapkan oleh pemerintah. Diketahui, Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mempercepat pembangunan 384 unit hunian sementara (Huntara) untuk 96 Kepala Keluarga (KK).
Balqis Andresia Putri, warga Kecamatan Karang Baru menyampaikan kegembiraannya dengan adanya huntara. Ia dan warga terdampak lainnya, berharap segera menempati huntara karena lebih nyaman ketimbang di tenda.
“Masyarakat yang rumahnya hanyut terbawa arus, bisa tinggal di huntara dibandingkan di kamp BNPB. Saya berharap segera selesai agar masyarakat bisa kembali ke huntara,” kata Balqis, Jumat (2/1/2026)
Huntara dibangun dengan berukuran 24×14,4 meter per blok dengan material unggulan dan mengutamakan kualitas. Huntara dengan menggunakan struktur baja ringan galvanis yang kuat dan antikarat sebagai kerangka bangunan.
Selanjutnya, dinding bangunan menggunakan panel modular yang tahan terhadap perubahan cuaca ekstrem. Deputi Bidang Penanganan Darurat Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Budi Irawan turut meninjau bangunan Kementerian PU.
“Bahan-bahannya premium. Ini sangat layak untuk masyarakat di sini,”ujar Budi.
Selain Kementerian PU, Daya Anagata Nusantara (Danantara) menyiapkan 15 ribu unit hunian bagi warga terdampak banjir bandang dan longsor di Sumatra. Danantara menargetkan pembangunan hunian di Aceh, Sumatra Barat, dan Sumatra Utara rampung secepatnya.
“Rencananya tiga bulan ke depan kita selesaikan 15 ribu unit rumah di tiga provinsi. Rumah hunian Danantara setidaknya layak dan beradab,” kata CEO Danantara Rosan Roeslani saat memberikan laporan kepada Presiden Prabowo Subianto, pada rapat terbatas (Ratas) di Aceh Tamiang, Kamis (1/1/2026).
Adapun sebaran 15 ribu unit hunian yaitu Aceh 12 ribu unit, Tapanuli Utara dan Tapanuli Selatan, Sumatra Utara 2.000 unit. CEO Danantara Rosan Roeslani mengatakan hunian yang dibangun Danantara sangat layak dan beradab dan menganut sistem syariah di Aceh.
“Insha Allah bisa mengeskalasi pembangunan yang ada. Danantara siap berpartisipasi lebih besar dengan menganut sistem di Aceh, syariah,”ujarnya.

