Aceh Tamiang,- Presiden Prabowo Subianto tidak sependapat dengan istilah ‘uang lelah’ bagi prajurit TNI, yang bertugas di lokasi bencana di Sumatra. Awalnya, Kepala BNPB Letjen Suharyanto memberikan laporan kepada Presiden Prabowo bahwa prajurit TNI mendapatkan uang lelah Rp 165 ribu per orang.
“Para prajurit di lapangan mendapat uang makan dan uang lelah, uang saku. Kemudian pergeseran pasukan dari homebase,” kata Suharyanto dalam ratas yang dipimpin oleh Presiden Prabowo di Aceh Tamiang, Kamis, kemarin.
Presiden Prabowo mengoreksi pernyataan Suharyanto terkait istilah ‘uang lelah’. Presiden Prabowo menegaskan prajurit TNI tidak mengenal lelah.
“Kalau tentara jangan uang lelah, ya. Karena tentara enggak boleh lelah,” ujar Presiden Prabowo memotong laporan Suharyanto.
Lantas, Suharyanto meralat pernyataannya dan memperjelas dengan menyebut istilah uang saku. “Uang saku bapak, siap,” ujarnya menjelaskan.
Presiden Prabowo menyebut istilah ‘uang semangat’ lebih tepat ketimbang ‘uang lelah’. Bagi mantan Komandan Jenderal Kopassus, tidak boleh lelah dalam mengabdi kepada bangsa.
“Uang semangat, tidak mengenal lelah berbakti kepada negara dan bangsa. Nah ini,” kata Presiden menegaskan.
Selanjutnya, Suharyanto menyebut Mabes TNI meminta dukungan anggaran Rp80 miliar, tetapi BNPB hanya menyalurkan Rp26 miliar. Suharyanto menegaskan belum direalisasikannya anggaran Rp80 miliar bukan karena tidak ada uang.
“Mabes TNI meminta dukungan yang akhir tahun ini Rp80 miliar lebih, kami baru dukung Rp26 miliar. Bukan uangnya tidak ada, tetapi karena pertanggungjawaban keuangan di tanggal 31 kan harus selesai,” ujar Suharyanto.
“Nanti dimulai lagi di tanggal 1 ini, bapak. Jadi tidak ada masalah untuk segi keuangan, semua kebutuhan satuan operasi saat tanggap darurat, ini kami dukung,” ujarnya.

