By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
DNABeritaDNABeritaDNABerita
  • HOME
  • MEDAN
  • HIBURAN
  • EKONOMI
  • KRIMINAL
  • NASIONAL
  • PENDIDIKAN
  • POLITIK
  • TEKNOLOGI
  • ADVERTORIAL
  • OLAHRAGA
  • Ide Berita
  • Contact Us
Reading: Tes Kemampuan Akademik Siswa SMA Tahun 2025 Rendah, Ini Respon Pemerintah
Share
Sign In
Aa
DNABeritaDNABerita
Aa
Search
  • HOME
  • MEDAN
  • HIBURAN
  • EKONOMI
  • KRIMINAL
  • NASIONAL
  • PENDIDIKAN
  • POLITIK
  • TEKNOLOGI
  • ADVERTORIAL
  • OLAHRAGA
  • Ide Berita
  • Contact Us
Have an existing account? Sign In
  • Contact
  • Blog
  • Complaint
  • Advertise
© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
NASIONAL

Tes Kemampuan Akademik Siswa SMA Tahun 2025 Rendah, Ini Respon Pemerintah

berita
berita Published December 25, 2025
Share
SHARE

Jakarta,-Pemerintah akan mengevaluasi perguruan tinggi menyusul rendahnya hasil Tes Kemampuan Akademik (TKA) 2025 siswa Sekolah Menengah Atas (SMA). Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Mendiktisainstek) Brian Yuliarto menilai rendahnya capaian TKA mencerminkan lemahnya proses pembelajaran akibat mutu sumber daya pengajar di sekolah.

“Proses pembelajaran itu sangat bergantung pada kualitas pengajar dan sebagian guru kita berasal dari perguruan tinggi. Ini yang akan kita lihat dan evaluasi, apa yang perlu lebih didorong,” kata Brian Yuliarto kepada wartawan di Kantor Kemendiktisaintek, Jakarta, Rabu (24/12/2025). 

Brian menyebut hasil TKA mencerminkan kualitas pendidikan STEM Indonesia masih lemah dan membutuhkan peningkatan serius serta berkelanjutan nasional. Menurut dia, persepsi bahwa mata pelajaran STEM sulit membuat banyak siswa lebih memilih jalur non-STEM.

“Ini bukan hanya terjadi di Indonesia, fenomena rendahnya minat dan kemampuan STEM juga terjadi di banyak negara. STEM itu dilihat sulit, sehingga adik-adik kita sekarang lebih banyak memilih yang non-STEM,” ujar Brian. 

Kepala Pusat Asesmen Pendidikan Kemendikdasmen, Rahmawati menjelaskan rendahnya nilai TKA dipengaruhi karakter soal yang menitikberatkan penalaran serta pemahaman naratif siswa secara lebih mendalam. Ia menambahkan banyak siswa gagal menangkap petunjuk penting yang disisipkan dalam bentuk kalimat sederhana.

“Kerangka soalnya memang menuntut penalaran. Khusus matematika, siswa harus mampu mengaitkan data dengan ketentuan atau petunjuk yang ada dalam soal,” kata Rahmawati.

You Might Also Like

Siaga Cuaca Ekstrem, Jakarta WFH hingga 28 Januari

Pasca Porak poranda, Brimob dan Warga Bangun Rumah Swadaya di Tolang Julu

Operasi SAR Pesawat ATR 42-500 Resmi Ditutup

Seluruh Korban Kecelakaan Pesawat ATR

Pasca Banjir Longsor, Poldasu Sediakan Dapur Lapangan hingga Bersihkan Rumah Warga

Sign Up For Daily Newsletter

Be keep up! Get the latest breaking news delivered straight to your inbox.

By signing up, you agree to our Terms of Use and acknowledge the data practices in our Privacy Policy. You may unsubscribe at any time.
berita December 25, 2025 December 25, 2025
Share This Article
Facebook Twitter Copy Link Print
Share
Previous Article Piala Afrika, Pantai Gading dan Kamerun Rain Kemenangan
Next Article Lagu Natal Mariah Carey Kembali Dominasi Billboard-Global 200
Leave a comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Latest News

Catat, 28 Februari 2026 Fenomena Parade Planet Bakal Hiasi Angkasa
TEKNOLOGI
H. Kasman bin Marasakti Lubis Tekankan Pentingnya Peran Keluarga Dalam Mewujudkan Ketentraman dan Ketertiban di Masyarakat
Medan
Kemenkes Temukan Satu dari Empat Remaja Alami Anemia
PENDIDIKAN
Atletico Madrid Gebuk Mallorca
OLAHRAGA
- Advertisement -
January 2026
M T W T F S S
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  
« Dec    
DNABeritaDNABerita
© 2023 DNA BERITA. All Rights Reserved.
  • About
  • Contact
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
Cleantalk Pixel
Welcome Back!

Sign in to your account

Register Lost your password?