Jakarta,- PT Pertamina (Persero) mengaktifkan Satuan Tugas Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Satgas Nataru) lebih cepat dari tahun sebelumnya. Hal ini untuk memastikan ketahanan pasokan energi selama masa libur panjang akhir tahun.
Direktur Utama Pertamina, Simon Aloysius Mantiri, mengatakan percepatan ini dilakukan untuk mengantisipasi meningkatnya kebutuhan energi menjelang Natal dan Tahun Baru. Satgas Nataru Pertamina resmi dimulai pada 13 November 2025 dan akan berjalan hingga 11 Januari 2026.
“Kami biasanya mengaktifkan Satgas Natal dan Tahun Baru pada awal Desember. Namun, kali ini kami sudah mengaktifkan lebih cepat,” ujar Simon di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (17/11/2025).
Simon menyebut satgas telah menggelar rapat kesiapan stok nasional pada Senin (17/11) pagi tadi. Guna memastikan seluruh persiapan berjalan optimal.
Pembukaan Satgas Nataru dilakukan oleh Simon bersama jajaran Direksi Pertamina dan Subholding. Serta dihadiri secara virtual oleh manajemen Pertamina Group di seluruh Indonesia pada Kamis, 13 November 2025.
Melalui Satgas ini, Pertamina berkomitmen menjaga layanan kepada masyarakat dan memastikan pasokan energi tetap aman, lancar, dan tersedia di seluruh wilayah. Simon menegaskan bahwa periode Natal dan Tahun Baru merupakan waktu krusial bagi sektor energi, logistik, dan transportasi nasional.
Karena itu, Pertamina menetapkan tiga fokus utama Satgas Nataru tahun ini: kesiapan infrastruktur dan personel, kecepatan penanganan gangguan di lapangan. Serta peningkatan kolaborasi antarunit dan instansi eksternal.
“Saya berharap seluruh tim menjaga integritas, kecepatan komunikasi, dan sinergi dalam setiap lini kerja. Kita semua adalah bagian dari satu sistem yang harus bergerak serempak demi keberhasilan besar,” ucap Simon.
Dengan dimulainya Satgas Nataru lebih awal, Pertamina berharap distribusi energi nasional tetap stabil. Sehingga masyarakat dapat menjalani masa libur akhir tahun dengan aman dan nyaman.

