SERDANG BEDAGAI – Upaya pencarian terhadap nelayan asal Kecamatan Teluk Mengkudu, Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai), yang dilaporkan tenggelam di perairan Selat Malaka memasuki hari keempat, namun hasilnya masih nihil.
Kepala Tim Basarnas Medan, Rori Ginting mengatakan pihaknya terus melakukan penyisiran dengan mengerahkan sembilan personel rescuer menggunakan perahu RIB. Pencarian difokuskan ke arah timur sejauh lima mil dari titik terakhir lokasi korban dilaporkan tenggelam.
“Sore ini tim rescue bergabung dengan tim SAR gabungan menggunakan perahu RIB untuk mencari korban ke arah timur sejauh lima mil,” ujar Roti Ginting, Sabtu (25/10/2025).
Selain tim Basarnas, puluhan nelayan setempat juga ikut membantu pencarian dengan perahu tradisional. Mereka menyisir perairan yang dikenal memiliki arus kuat dan ombak besar itu demi menemukan korban.
“Sampai hari ketiga pencarian, korban belum juga ditemukan. Namun tim SAR gabungan tetap semangat dan terus berupaya maksimal mencari keberadaan korban,” tambahnya.
Korban diketahui bernama Waliadi (40), warga Dusun IV, Desa Pekan Sialang Buah, Kecamatan Teluk Mengkudu. Ia dilaporkan hilang setelah perahu yang ditumpanginya karam akibat dihantam ombak besar pada Kamis (23/10/2025) sore.
Dalam insiden itu, empat nelayan lainnya berhasil diselamatkan oleh warga setempat, sementara Waliadi tenggelam bersama sampannya. Pencarian sempat dilakukan warga secara mandiri, namun hingga kini korban belum ditemukan.
Keluarga korban masih menaruh harapan besar agar Waliadi segera ditemukan dalam keadaan apa pun. Sang ibu, Sarifah (60), mengungkapkan bahwa beberapa hari sebelum kejadian, anaknya sempat menunjukkan perilaku yang tidak biasa.
“Sebelum dikabarkan tenggelam, dia sering mengajak istrinya makan di luar dan menyuruhnya berdandan. Biasanya mereka jarang keluar rumah, tapi belakangan dia banyak diam,” ungkap Sarifah dengan suara lirih.
Hingga berita ini diterbitkan, tim SAR gabungan yang terdiri dari Basarnas, TNI AL, Polairud, BPBD Sergai, dan nelayan setempat masih terus melakukan penyisiran di sekitar lokasi kejadian. Kondisi cuaca yang tidak menentu serta gelombang tinggi menjadi tantangan utama dalam proses pencarian.

