By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
DNABeritaDNABeritaDNABerita
  • HOME
  • MEDAN
  • HIBURAN
  • EKONOMI
  • KRIMINAL
  • NASIONAL
  • PENDIDIKAN
  • POLITIK
  • TEKNOLOGI
  • ADVERTORIAL
  • OLAHRAGA
  • Ide Berita
  • Contact Us
Reading: FOMO Picu Kecemasan dan Stres
Share
Sign In
Aa
DNABeritaDNABerita
Aa
Search
  • HOME
  • MEDAN
  • HIBURAN
  • EKONOMI
  • KRIMINAL
  • NASIONAL
  • PENDIDIKAN
  • POLITIK
  • TEKNOLOGI
  • ADVERTORIAL
  • OLAHRAGA
  • Ide Berita
  • Contact Us
Have an existing account? Sign In
  • Contact
  • Blog
  • Complaint
  • Advertise
© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
PENDIDIKAN

FOMO Picu Kecemasan dan Stres

berita
berita Published September 25, 2025
Share
SHARE

Rasa takut ketinggalan atau ‘Fear of Missing Out’ (FOMO) semakin marak dialami masyarakat dunia, termasuk di Indonesia. Fenomena FOMO ini, membuat banyak orang sulit lepas dari kehidupan di media sosial (medsos)

FOMO dapat memicu kecemasan, stres, hingga rasa rendah diri jika terus-menerus membandingkan hidup dengan orang lain. Kondisi ini berdampak buruk pada kesejahteraan psikologis seseorang.

Gangguan tidur juga sering muncul karena kebiasaan memantau aktivitas orang lain hingga larut malam. Situasi ini dapat menurunkan kualitas istirahat serta mengganggu produktivitas harian.

Melansir Halodoc, FOMO dapat memberi efek besar ke kesehatan mental dan membuat kualitas hidup jadi berkurang. Karena itu, penting untuk mengetahui cara tepat buat ngatur FOMO agar tidak makin ganggu keseharian:

1. Kurangi tekanan dengan menerima kondisi

Mengakui bahwa FOMO adalah hal normal bisa membantu mengurangi rasa cemas. Penerimaan diri membuat pikiran jadi lebih ringan.

2. Prioritaskan hal penting dalam hidup

Fokuslah pada tujuan dan kebutuhan yang benar-benar berarti untukmu. Dengan begitu, hidupmu jadi lebih terarah dan bermakna.

3. Jangan sering membandingkan diri

Membandingkan hidup dengan orang lain hanya akan memicu rasa insecure. Lebih baik hargai proses dan pencapaianmu sendiri.

4. Cari bantuan profesional bila perlu

Jika FOMO sudah terlalu mengganggu, jangan ragu untuk mencari pertolongan ke psikolog. Langkah ini bisa menjaga kesehatan mentalmu.

You Might Also Like

Kemenkes Temukan Satu dari Empat Remaja Alami Anemia

Maknai Isra Mi’raj, Personel Brimob Sumut Perkuat Iman dan Integritas Pengabdian

Melalui Trauma Healing, Brimob Sumut Kembalikan Keceriaan Anak-anak Pasca Banjir

Satlantas Polres Sibolga Gelar Police Goes to School di SMPN 2 Sibolga

Sinergi Kemanusiaan Brimob dan PMI, Dapur Lapangan Beroperasi dan Masjid Diperbaiki di Aek Ngadol

Sign Up For Daily Newsletter

Be keep up! Get the latest breaking news delivered straight to your inbox.

By signing up, you agree to our Terms of Use and acknowledge the data practices in our Privacy Policy. You may unsubscribe at any time.
berita September 25, 2025 September 25, 2025
Share This Article
Facebook Twitter Copy Link Print
Share
Previous Article Pengguna Resahkan Jalan Berlobang dan Material Berceceran di Jln.KIM Mabar
Next Article PHR Zona 1 Gelar UMK Academy Tingkatkan Literasi Digital Pengusaha Kecil
Leave a comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Latest News

Pemko Banda Aceh Kunjungi Kota Medan, Matangkan Pra Raker dan Raker Komwil I Apeksi 2026
Medan
Momentum Hari Gizi Nasional, Ajinomoto Indonesia Dorong Literasi Gizi Berkelanjutan 
EKONOMI
Wali Kota Medan dan Kapolres Pelabuhan Belawan Bersinegi Wujudkan Kondusifitas Belawan Demi Kemajuan Kota
Medan
Bahas Perubahan Perda Pajak dan Retribusi Daerah,Wagub Surya Dorong Peningkatan PAD dan Layanan Publik
EKONOMI
- Advertisement -
January 2026
M T W T F S S
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  
« Dec    
DNABeritaDNABerita
© 2023 DNA BERITA. All Rights Reserved.
  • About
  • Contact
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
Cleantalk Pixel
Welcome Back!

Sign in to your account

Register Lost your password?