By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
DNABeritaDNABeritaDNABerita
  • HOME
  • MEDAN
  • HIBURAN
  • EKONOMI
  • KRIMINAL
  • NASIONAL
  • PENDIDIKAN
  • POLITIK
  • TEKNOLOGI
  • ADVERTORIAL
  • OLAHRAGA
  • Ide Berita
  • Contact Us
Reading: Hujan dan Badai di Indonesia Diakibatkan Peralihan Musim
Share
Sign In
Aa
DNABeritaDNABerita
Aa
Search
  • HOME
  • MEDAN
  • HIBURAN
  • EKONOMI
  • KRIMINAL
  • NASIONAL
  • PENDIDIKAN
  • POLITIK
  • TEKNOLOGI
  • ADVERTORIAL
  • OLAHRAGA
  • Ide Berita
  • Contact Us
Have an existing account? Sign In
  • Contact
  • Blog
  • Complaint
  • Advertise
© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
NASIONAL

Hujan dan Badai di Indonesia Diakibatkan Peralihan Musim

Editor
Editor Published November 13, 2024
Share
SHARE

 Jakarta,- Peneliti Ahli Utama Pusat Riset Iklim dan Atmosfer Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Erma Yulihastin mengatakan, hujan badai yang kerap melanda Indonesia akhir-akhir ini dikarenakan peralihan musim. Selain itu, juga disebabkan oleh beberapa faktor.

“Faktor pertama adalah banyaknya awan Cumulonimbus (Cb) yang bergabung membentuk satu gulungan, sehingga memicu fenomena badai squall line (gulungan besar awan, red),” ujarnya, Selasa (12/11/2024) malam.

Badai squall line ini, lanjutnya, disebabkan oleh faktor perubahan iklim. Yakni, meningkatnya suhu permukaan laut hingga 2 derajat Celsius. 

“Titik permukaan laut yang terpanas saat ini ada di Samudera Hindia. Pembentukan awan di atas Samudera Hindia terjadi cepat, masif, dan menuju ke arah Indonesia,” kata Erma.

Sementara itu, di pesisir Selatan Pulau Jawa juga terjadi hal yang serupa. Menurutnya, peningkatan suhu muka laut dinSelatan Pulau Jawa mencapai sekitar 1 derajat Celsius.

“Kondisi ini sangat berbahaya sebenarnya karena dapat memicu hujan ekstrem, dan hujan ini ditransfer dari laut ke daratan. Inilah yang terjadi di Spanyol ketika banjir melanda di sana,” ujarnya.

Faktor yang kedua pemicu hujan badai di Indonesia, kata Erma, adalah meningkatnya aktivitas pembentukan vorteks atau pusat tekanan rendah pusaran angin, di Samudera Hindia.

“Inilah yang memicu gulungan besar awan menjadi panjang-panjang, karena digerakkan oleh vorteks itu. Dan pantauan hari ini sudah menjadi bibit Siklon 95,” kata dia.

Erma menjelaskan, vorteks itu berperan memindahkan uap air ke daratan, dan secara tidak langsung menciptakan angin kencang lewat fenomena badai squall line atau bow-echo. Hal itu sejalan dengan hasil pengamatan radar cuaca.

Squall line yang pecah akan menimbulkan angin kencang dengan atau tanpa disertai hujan deras. Kondisi cuaca seperti saat ini tidak akan selesai jika vorteksnya tidak kunjung meluruh.

“Kondisi yang tidak stabil ini diprediksi hingga dasarian pertama Desember. Di mana intensitas hujan akan meningkat, terutama di wilayah Jawa Barat bagian Selatan, seperti di Cimahi, Cianjur, Bogor, Bandung, Bekasi, dan Kendal,” ujar Erma.

Ia berharap pemantauan terhadap potensi cuaca ekstrem terus dilakukan. Di sisi lain, masyarakat diminta mencari informasi tentang cuaca harian dari BMKG untuk keamanan dan keselamatan aktivitas mereka sehari-hari.

You Might Also Like

Kurangi Risiko Gangguan Kesehatan Akibat Asap, Kelompok Rentan Diminta Tak ke Luar Rumah

Blackout di Batam, Ini Perintah Presiden

232 Satwa Liar Korban Karhutla di Enam Provinsi Berhasil Diselematkan

Perbaikan Jalan Veteran Psr 9 Manunggal Lamban Picu Kemacetan dan Keresahan Pengguna Jalan

AJI Batam Kecam Intimidasi Permintaan Takedown Berita Batam Blackout

Sign Up For Daily Newsletter

Be keep up! Get the latest breaking news delivered straight to your inbox.
By signing up, you agree to our Terms of Use and acknowledge the data practices in our Privacy Policy. You may unsubscribe at any time.
Editor November 13, 2024 November 13, 2024
Share This Article
Facebook Twitter Copy Link Print
Share
Previous Article 94.720 Konten Terkait Judol Sudah Diblokir
Next Article Pencarian ABK Kapal Korea yang Hilang Belum Membuahkan Hasil
Leave a comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Latest News

Kurangi Risiko Gangguan Kesehatan Akibat Asap, Kelompok Rentan Diminta Tak ke Luar Rumah
NASIONAL
KPK Sita Rp800 Juta dari Kuasa Hukum Hercules Terkait Kasus dugaan Suap ATR/BPN
KRIMINAL
Vinicius Dihukum Tak Boleh Bermain di Empat Laga
Medan
Dampak Kabut Asap, Pemko Medan Terapkan PJJ untuk PAUD hingga SMP pada 16–21 Oktober
Medan
- Advertisement -
October 2026
M T W T F S S
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  
« Sep    
DNABeritaDNABerita
© 2023 DNA BERITA. All Rights Reserved.
  • About
  • Contact
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
Welcome Back!

Sign in to your account

Register Lost your password?