By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
DNABeritaDNABeritaDNABerita
  • HOME
  • MEDAN
  • HIBURAN
  • EKONOMI
  • KRIMINAL
  • NASIONAL
  • PENDIDIKAN
  • POLITIK
  • TEKNOLOGI
  • ADVERTORIAL
  • OLAHRAGA
  • Ide Berita
  • Contact Us
Reading: Suhu Panas Terlama di Jepang, Gunung Fuji Catat Waktu Terlama Belum Tertutup Salju
Share
Sign In
Aa
DNABeritaDNABerita
Aa
Search
  • HOME
  • MEDAN
  • HIBURAN
  • EKONOMI
  • KRIMINAL
  • NASIONAL
  • PENDIDIKAN
  • POLITIK
  • TEKNOLOGI
  • ADVERTORIAL
  • OLAHRAGA
  • Ide Berita
  • Contact Us
Have an existing account? Sign In
  • Contact
  • Blog
  • Complaint
  • Advertise
© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Hiburan

Suhu Panas Terlama di Jepang, Gunung Fuji Catat Waktu Terlama Belum Tertutup Salju

Editor
Editor Published November 1, 2024
Share
SHARE

Tokyo,- Gunung Fuji masih belum tertutup salju hingga akhir Oktober, yang merupakan waktu terlama dalam sejarah 130 tahun pencatatan cuaca. Biasanya, puncak Gunung Fuji sudah tertutup salju sejak awal Oktober, dilansir dari BBC News, Jumat (1/11/2024).

Cuaca hangat yang tidak biasa tahun ini menyebabkan belum ada laporan turunnya salju. Pada tahun 2023, salju pertama kali terlihat di puncak Gunung Fuji pada tanggal 5 Oktober.

Jepang mengalami musim panas terpanas dalam catatan tahun ini, suhu antara Juni dan Agustus lebih tinggi 1,76°C dari rata-rata. September juga lebih hangat dari perkiraan, karena posisi aliran jet subtropis yang lebih ke utara.

Jet stream ini memungkinkan udara hangat dari selatan mengalir ke Jepang. Hampir 1.500 daerah di Jepang mengalami hari yang sangat panas, yaitu ketika suhu mencapai atau melebihi 35°C.

Agar hujan berubah menjadi salju, suhu harus berada di sekitar titik beku. Meskipun Oktober sedikit lebih sejuk, bulan tersebut tetap lebih hangat dari rata-rata.

Tahun ini menandai penantian terpanjang untuk lapisan salju di puncak Gunung Fuji sejak pencatatan dimulai. Rekor sebelumnya adalah tanggal 26 Oktober, yang terjadi dua kali pada 1955 dan 2016.

Yutaka Katsuta dari Kantor Meteorologi Lokal Kofu menyatakan hal tersebut. Minimnya salju di Gunung Fuji sesuai dengan prediksi pemanasan global dari para ahli.

You Might Also Like

Gubernur Bobby Dukung Keysa Wakili Sumut di Miss Youth Indonesia

Marina Bay Sands Sambut Musim Balap Bersama Scuderia Ferrari HP dan Lewis Hamilton

Rico Waas Bersama Pangdam I/BB dan Wagubsu Lepas 20.000 Peserta Fun Run 5K

Rico Waas ingin Jazz Tak Hanya Dinikmati Kalangan Tertentu, CFN Disiapkan Jadi Panggung Musik Medan

Bobby Nasution Puji Soliditas Komunitas Vespa, Kekeluargaan Tak Ternilai dengan Uang

Sign Up For Daily Newsletter

Be keep up! Get the latest breaking news delivered straight to your inbox.
By signing up, you agree to our Terms of Use and acknowledge the data practices in our Privacy Policy. You may unsubscribe at any time.
Editor November 1, 2024 November 1, 2024
Share This Article
Facebook Twitter Copy Link Print
Share
Previous Article Nistelrooy Banggga Bawa MU Kalahkan Leicester
Next Article Suhu Panas Matahari Penyebab Kebakaran di Gunung Agung
1 Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Latest News

Lantik 188 Pejabat, Wagub Sumut Tekankan Kolaborasi dan Sinergi dalam Bekerja
Medan
Dua Remaja Terlibat Tawuran Bersajam Disikat Disini TKPnya !!!
HOME KRIMINAL Medan
H.Kasman Lubis Soroti Nasib 530 Guru Honorer Medan, Minta Pemko Siapkan Solusi
Medan
Fraksi PKS Soroti Penurunan Pendapatan Hingga Kesiapan Medan Hadapi Banjir di R-APBD 2027
Medan
- Advertisement -
October 2026
M T W T F S S
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  
« Sep    
DNABeritaDNABerita
© 2023 DNA BERITA. All Rights Reserved.
  • About
  • Contact
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
Welcome Back!

Sign in to your account

Register Lost your password?