Jakarta:,-Ketua KPAI, Ai Maryati meminta negara ikut bertanggungjawab terhadap tontonan bagi anak. Ai mengaku saat ini masih banyak anak-anak yang menonton film di bioskop yang tidak sesuai dengan usianya.
“Artinya ada ketidaktegasan dari negara soal regulasi yang bisa memberikan sangsi tegas kepada bioskop yang tetap mengizinkan anak menonton tayangan tak sesuai usia dan kurangnya kontrol terhadap beredarnya tontonan berbau kekerasan dan pornografi yang beredar di sosial media,” katanya, Rabu (5/6/2024).
Ai mengatakan dampak dari tontonan yang tidak sesuai dengan usia anak sangat buruk. “Anak memiliki daya imajinasi tinggi, sehingga bisa meniru apa yang mereka tonton. Tentu saja hal ini akan berdampak buruk terhadap tumbuh kembang anak,” tambahnya.
KPAI, katanya, mendukung upaya Lembaga Sensor Film (LSF) Republik Indonesia yang gencar melakukan sosialisasi kepada masyarakat terkait budaya sensor mandiri berdasarkan klasifikasi usia saat menonton film. Menurutnya, literasi dan edukasi LSF bisa eningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menonton film sesuai umur.
Namun, katanya, agar upaya tersebut bisa lebih maksimal dampaknya, maka perlu juga adanya penegakan SOP di bioskop agar bisa dengan tegas melarang masuk anak yang akan menonton film tak sesuai usia meskipun diajak atau bersama orangtuanya. “Kalau perlu memang ada sangsi bagi bioskop yang tak menegakan SOP,” tambanya.
Beberapa waktu belakangan, di media sosial X ramai perbincangan mengenai orang tua yang membawa anaknya nonton film di bioskop. Padahal film tersebut disajikan sebagai tontonan usia D17+ atau untuk umur 17 tahun ke atas. Fenomena anak yang diajak menonton film bukan untuk usianya tersebut pun menuai kecaman dari banyak netizen.


I just could not depart your web site prior to suggesting that I really loved the usual info an individual supply in your visitors Is gonna be back regularly to check up on new posts