By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
DNABeritaDNABeritaDNABerita
  • HOME
  • MEDAN
  • HIBURAN
  • EKONOMI
  • KRIMINAL
  • NASIONAL
  • PENDIDIKAN
  • POLITIK
  • TEKNOLOGI
  • ADVERTORIAL
  • OLAHRAGA
  • Ide Berita
  • Contact Us
Reading: Istana Sebut Tapera Bukan Potongan Gaji Tapi Tabungan
Share
Sign In
Aa
DNABeritaDNABerita
Aa
Search
  • HOME
  • MEDAN
  • HIBURAN
  • EKONOMI
  • KRIMINAL
  • NASIONAL
  • PENDIDIKAN
  • POLITIK
  • TEKNOLOGI
  • ADVERTORIAL
  • OLAHRAGA
  • Ide Berita
  • Contact Us
Have an existing account? Sign In
  • Contact
  • Blog
  • Complaint
  • Advertise
© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
EKONOMI

Istana Sebut Tapera Bukan Potongan Gaji Tapi Tabungan

Editor
Editor Published June 1, 2024
Share
SHARE

Jakarta,- Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko menegaskan, Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera) bukan pemotongan gaji atau iuran, melainkan sebuah sistem tabungan. Ia menjelaskan, pekerja yang sudah memiliki rumah bisa mencairkannya ketika pensiun.

“Jadi saya ingin tekankan Tapera ini bukan potong gaji atau bukan iuran, Tapera ini adalah tabungan. Dalam UU memang mewajibkan,” kata Moeldoko dalam konferensi pers terkait Tapera, di Kantor KSP, Jakarta, Jumat (31/5/2024).

“Bentuknya nanti bagi mereka yang sudah punya rumah bagaimana, apakah harus membangun rumah?. Nanti pada ujungnya pada saat usia pensiun selesai, bisa ditarik dengan uang atau pemupukan yang terjadi,” ucapnya.

Mantan Panglima TNI itu juga menjelaskan alasan mengapa Tapera juga dibebankan pada pekerja mandiri. Moeldoko mengungkapkan, awalnya Tapera merupakan perpanjangan dari Badan Perimbangan Perumahan (Bapertarum) yang dikhususkan bagi ASN.

Tapera diperluas untuk pekerja mandiri dan swasta dikarenakan kekhawatiran pemerintah dengan angka masyarakat Indonesia yang belum memiliki rumah. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), angka masyarakat yang belum memiliki rumah mencapai 9,95 juta.

“Kenapa diperluas?, karena ada problem backlog yang dihadapi pemerintah sampai saat ini. Ada 9,9 juta masyarakat Indonesia yang belum memiliki rumah, ini data BPS ya,” ujarnya.

“Untuk itu kita berpikir keras, memahami bahwa antara jumlah kenaikan gaji dan tingkat inflasi di sektor perumahan itu ga seimbang. Untuk itu harus ada upaya keras agar masyarakat pada akhirnya bisa walaupun terjadi inflasi bisa punya tabungan untuk membangun rumahnya,” ucapnya.

You Might Also Like

Rakernas XVIII APEKSI Diproyeksikan Putar Ekonomi Kota Medan Hingga Rp72,3 Miliar

KAI Catat Pemesanan 1,15 Juta Tiket Diskon Libur Sekolah

Harga BBM per 1 Juli 2026 Turun, ini Daftarnya

OJK Restui Enam Bank di Deliserdang Digabungkan

AMPHIBI Kecam Pencemaran Busa Kimia di 3 Desa Kecamatan Percut Sei Tuan, Tanaman Sawah & Mangrove Terancam Punah

Sign Up For Daily Newsletter

Be keep up! Get the latest breaking news delivered straight to your inbox.

By signing up, you agree to our Terms of Use and acknowledge the data practices in our Privacy Policy. You may unsubscribe at any time.
Editor June 1, 2024 June 1, 2024
Share This Article
Facebook Twitter Copy Link Print
Share
Previous Article Pekanbaru-Padang Kini Terkoneksi Jalur Tol
Next Article Pemko Medan Segera Terapkan Parkir Berlangganan, Jukir Digaji UMK
Leave a comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Latest News

Jemput Kontingen Pesparawi Sumut dari Manokwari, Bobby Nasution Siapkan Extra Flight
Medan
Rakernas XVIII APEKSI Diproyeksikan Putar Ekonomi Kota Medan Hingga Rp72,3 Miliar
EKONOMI
KAI Catat Pemesanan 1,15 Juta Tiket Diskon Libur Sekolah
EKONOMI
Harga BBM per 1 Juli 2026 Turun, ini Daftarnya
EKONOMI
- Advertisement -
July 2026
M T W T F S S
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031  
« Jun    
DNABeritaDNABerita
© 2023 DNA BERITA. All Rights Reserved.
  • About
  • Contact
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
Cleantalk Pixel
Welcome Back!

Sign in to your account

Register Lost your password?