By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
DNABeritaDNABeritaDNABerita
  • HOME
  • MEDAN
  • HIBURAN
  • EKONOMI
  • KRIMINAL
  • NASIONAL
  • PENDIDIKAN
  • POLITIK
  • TEKNOLOGI
  • ADVERTORIAL
  • OLAHRAGA
  • Ide Berita
  • Contact Us
Reading: 4,2 Juta Keluarga di Indonesia Berisiko Stunting
Share
Sign In
Aa
DNABeritaDNABerita
Aa
Search
  • HOME
  • MEDAN
  • HIBURAN
  • EKONOMI
  • KRIMINAL
  • NASIONAL
  • PENDIDIKAN
  • POLITIK
  • TEKNOLOGI
  • ADVERTORIAL
  • OLAHRAGA
  • Ide Berita
  • Contact Us
Have an existing account? Sign In
  • Contact
  • Blog
  • Complaint
  • Advertise
© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
NASIONAL

4,2 Juta Keluarga di Indonesia Berisiko Stunting

Editor
Editor Published October 17, 2024
Share
SHARE

Jakarta,-Sebanyak 48,39 persen atau 4,2 juta keluarga dari 8,6 juta keluarga berisiko stunting (KRS) di Indonesia telah mendapat pendampingan. Angka ini tercatat hingga pertengahan tahun 2024.

Demikian disampaikan Direktur Bina Keluarga Balita dan Anak Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), Irma Ardiana, di Jakarta, Rabu (16/10/2024). Ia meminta pemerintah daerah, terkhusus tim percepatan penurunan stunting provinsi, kabupaten/kota, kecamatan, desa/kelurahan, agar meningkatkan cakupan pendampingan.

“Kita harus terus meningkatkan cakupan pendampingan dari keluarga berisiko stunting. Terutama pada provinsi yang capaiannya masih di bawah 50 persen,” katanya.

 Irma menyebut, validasi dan pendataan keluarga semester I 2024, Provinsi Aceh menjadi daerah dengan cakupan pendampingan pada keluarga berisiko stunting yang tertinggi. Yakni sebesar 79,76 persen.

Selain Aceh, empat provinsi dengan cakupan pendampingan tertinggi lainnya adalah Nusa Tenggara Timur (NTT) dengan 68,80 persen. Berikutnya, Sulawesi Selatan 68,14 persen, Sulawesi Tenggara 62,46 persen, dan Bengkulu 62,22 persen.

Sedangkan lima provinsi dengan cakupan pendampingan terendah antara lain Papua Tengah dengan 15,70 persen, Kepulauan Riau dengan 17,21 persen. Selanjutnya, DKI Jakarta dengan 17,44 persen, Sulawesi Utara dengan 22,55 persen, dan Kalimantan Barat 22,59 persen.

Menurut catatan BKKBN, total jumlah tenaga lini lapangan di Indonesia tercatat sebanyak 559.070 personel. Mereka terdiri atas tim pendamping keluarga (TPK), kader keluarga berencana (KB), kelompok pemberdayaan kesejahteraan keluarga (PKK), bidan, dokter, dan lainnya.

Dengan adanya modalitas infrastruktur TPK dari sisi komposisi dan jumlah personel, menurutnya, ini menjadi modalitas yang besar. Dalam kegiatan pendampingan keluarga di lapangan.

Pemerintah sudah menetapkan empat kelompok sasaran pendampingan. Antara lain calon pengantin atau calon pasangan usia subur, ibu hamil, ibu pasca-persalinan, dan balita usia 0-59 bulan. 

Kelompok-kelompok inilah yang menjadi fokus pendampingan dari TPK. “Apa saja bentuk pendampingannya, apakah bisa dalam bentuk edukasi,” ujarnya. 

“Kemudian, dalam bentuk fasilitasi rujukan, kalau memang KRS-nya ini memenuhi indikasi dirujuk. Selain itu, juga fasilitasi untuk bantuan sosial, kalau betul bahwa KRS-nya memenuhi kriteria untuk mendapatkan program-program bantuan sosial,” kata Irma.

Sebagaimana yang diamanahkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 72 Tahun 2021, pendampingan keluarga berisiko stunting telah masuk dalam Rencana Aksi Nasional (RAN). Selain itu, ada pendampingan calon pengantin atau calon pasangan usia subur yang masuk dalam RAN percepatan penurunan stunting.

Pemerintah telah menetapkan enam tujuan yang menjadi target dalam percepatan penurunan stunting. Aalah satunya menurunkan prevalensi stunting di Indonesia. 

Selain itu, pemerintah juga berkomitmen untuk meningkatkan kualitas penyiapan kehidupan berkeluarga, menjamin pemenuhan asupan gizi. Selanjutnya, memperbaiki pola asuh, meningkatkan akses dan kualitas pelayanan kesehatan, serta meningkatkan akses air minum dan sanitas.

You Might Also Like

Pencarian Hari Kelima Jurnalis Hilang, Tim SAR Temukan Jeriken Minyak

Kemenhut Selamatkan 24 Satwa Liar Terdampak Karhutla, Orangutan Terbanyak

Gempa di Kepulauan Seribu, Warga Jakarta Rasakan Getaran

Awas !!! Ada Lobang Maut Jalan Tambak Bayan Percut Seituan Ancam Keselamatan Pengguna Jalan

BNPB Perkuat Perlindungan Kelompok Disabilitas dalam Penanganan Bencana

Sign Up For Daily Newsletter

Be keep up! Get the latest breaking news delivered straight to your inbox.
By signing up, you agree to our Terms of Use and acknowledge the data practices in our Privacy Policy. You may unsubscribe at any time.
Editor October 17, 2024 October 17, 2024
Share This Article
Facebook Twitter Copy Link Print
Share
Previous Article Gen Z di Indonesia Tak Tertarik Masuk Parpol
Next Article Kunker Presiden Jokowi ke Asahan, Ini yang Dilakukan Polres Asahan
98 Comments

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Latest News

Wali Kota Medan Tegaskan Suami Kunci Sukses Ibu Berikan ASI Eksklusif Pada Anak
Medan
Wagub Surya Bawa Pesan Gubernur Bobby Nasution untuk Kafilah Sumut di MTQ Nasional XXXI Semarang
Medan
Pesta Olob-Olob GKPS Resort Medan Barat, Pj Sekdaprov Sumut Ajak Jemaat Perkuat Gotong Royong dan Kepedulian Sosial
Medan
Diduga Terlibat Jaringan Judi Online, Imigrasi Tangerang Amankan Lima WNA
KRIMINAL
- Advertisement -
September 2026
M T W T F S S
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
282930  
« Aug    
DNABeritaDNABerita
© 2023 DNA BERITA. All Rights Reserved.
  • About
  • Contact
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
Welcome Back!

Sign in to your account

Register Lost your password?