Jakarta,- Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta) membatalkan 41 penerbangan tujuan Timur Tengah, Jumlah tersebut merupakan akumulasi sejak adanya perang di Timur Tengah yang sudah masuk hari ke-tiga.
“Sejak 28 Februari 2026 hingga hari ketiga, total 41 penerbangan batal, seluruhnya rute Timur Tengah. Dari dan menuju Soekarno-Hatta,” ujar Asisten Deputy “Communication and Legal” Soekarno-Hatta, Aziz Fahmi Harahap, Senin 2 Maret 2026.
Sebagai wujud komitmen dalam menjaga kenyamanan penumpang terdampak, manajemen Bandara Internaaional Soekarno-Hatta menghadirkan langkah “service recovery”. Langkah itu berwujud penyediaan makanan ringan bagi penumpang yang mengalami pembatalan maupun penundaan penerbangan.
“Di saat yang sama, kami memastikan arus informasi tetap tersampaikan secara cepat melalui sinergi bersama maskapai terkait. Sinergi terjadi khususnya dalam proses penjadwalan ulang maupun proses “refund” sesuai ketentuan masing-masing maskapai,” ucapnya.
Pengendalian operasional juga terus dilakukan melalui AOCC (“Airport Operation Control Center”) yang berfungsi sebagai pusat kendali terpadu. Melalui sistem ini, koordinasi antara maskapai, AirNav Indonesia, unsur keamanan dan unit operasional bandara.
Tujuanya, kata Fahmi, operasional bandara berjalan dalam satu komando, sehingga setiap perkembangan dapat ditangani secara responsif dan terukur. “Kami mengimbau calon penumpang untuk secara proaktif memeriksa status penerbangan melalui kanal resmi maskapai,” kata dia.
Staff Airport Service Bandara Soekarno-Hatta, Syaidatul Faiza mengatakan masih ada penerbangan umroh yang bisa terbang ke Arab Saudi. “Saat ini yang bisa terbang itu tiga maskapai yaitu Saudia Airlines, Garuda Indonesia dan Lion Air ” ucapnya.
Lebih lanjut, Faiza juga mengatakan beberapa jamaah tertahan di Doha. Hingga saat ini para jamaah masih tertahan di sana.
Pada Senin 2 Maret 2026,setidaknya ada 14 penerbangan rute Timur Tengah dibatalkan sebagai dampak kebijakan penutupan ruang udara di wilayah tersebut. Sedangkan totalnya bila diakumulasikan dari hari pertama terdapat 41 penerbangan yang mengalami pembatalan.
Untuk rute Abu Dhabi, pembatalan terjadi pada Etihad Airways yaitu dua kali kedatangan dan dua kali keberangkatan. Untuk Rute Doha, Qatar Airways terjadi pembataan tiga kali kedatangan dan dua kali keberangkatan.
Kemudian, rute Dubai pembatalan terjadi pada Emirates yaitu dua kali (kedatangan) dan satu kali keberangkatan. Selanjutnya, rute Jeddah, Saudia Airlines mengalami satu kali pembatalan untuk kedatangan dan satu kali untuk keberangkatan.

