By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
DNABeritaDNABeritaDNABerita
  • HOME
  • MEDAN
  • HIBURAN
  • EKONOMI
  • KRIMINAL
  • NASIONAL
  • PENDIDIKAN
  • POLITIK
  • TEKNOLOGI
  • ADVERTORIAL
  • OLAHRAGA
  • Ide Berita
  • Contact Us
Reading: 40% Penyakit Anak Dipicu Makanan Terkontaminasi
Share
Sign In
Aa
DNABeritaDNABerita
Aa
Search
  • HOME
  • MEDAN
  • HIBURAN
  • EKONOMI
  • KRIMINAL
  • NASIONAL
  • PENDIDIKAN
  • POLITIK
  • TEKNOLOGI
  • ADVERTORIAL
  • OLAHRAGA
  • Ide Berita
  • Contact Us
Have an existing account? Sign In
  • Contact
  • Blog
  • Complaint
  • Advertise
© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
NASIONAL

40% Penyakit Anak Dipicu Makanan Terkontaminasi

Editor
Editor Published June 8, 2024
Share
SHARE

Jakarta,-Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai pangan dari kemungkinan tercemar dari kotoran yang tak terduga. BPOM menyebut kebersihan pangan merupakan salah satu hal yang memiliki dampak pengali atau multiplier effect yang besar di dunia.

Hal ini disampaikan Plt. Kepala BPOM Rizka Andalucia,  Jumat (7/6/2024). Ia menyebut, dampak dari mengonsumsi makanan yang tidak aman, atau yang terkontaminasi oleh senyawa biologi, bakteri.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mencatat, 40 persen perubahan penyakit yang disebabkan oleh panganan yang terkontaminasi terjadi pada anak usia lima tahun ke bawah. “WHO juga memperkirakan sekitar 600 juta orang atau satu dari 10 orang akan menjadi sakit, serta 420.000 jiwa meninggal setiap tahun,” katanya.

WHO, lanjut Rizka, juga memprakirakan lebih dari 110 miliar dolar AS hilang setiap tahun karena menanggulangi kehilangan produktivitas dan beban biaya medis. Akibat mengkonsumsi pangan yang tidak aman.

Di Asia Pasifik sendiri, kata Rizka, urbanisasi dan pertumbuhan penduduk yang cepat serra kemunculan teknologi baru memicu munculnya ancaman keamanan pangan. Menurutnya, pengelolaan makanan turut terdampak dari peralatan teknologi yang tidak steril.

“Karenanya, kita perlu terus meningkatkan kesiapsiagaan untuk kondisi yang tidak terduga ya. Misalnya pengelolaan produksi pangan modern, termasuk jika ada bencana alam atau penyebaran beberapa penyakit,” katanya.

You Might Also Like

Kurangi Risiko Gangguan Kesehatan Akibat Asap, Kelompok Rentan Diminta Tak ke Luar Rumah

Blackout di Batam, Ini Perintah Presiden

232 Satwa Liar Korban Karhutla di Enam Provinsi Berhasil Diselematkan

Perbaikan Jalan Veteran Psr 9 Manunggal Lamban Picu Kemacetan dan Keresahan Pengguna Jalan

AJI Batam Kecam Intimidasi Permintaan Takedown Berita Batam Blackout

Sign Up For Daily Newsletter

Be keep up! Get the latest breaking news delivered straight to your inbox.
By signing up, you agree to our Terms of Use and acknowledge the data practices in our Privacy Policy. You may unsubscribe at any time.
Editor June 8, 2024 June 8, 2024
Share This Article
Facebook Twitter Copy Link Print
Share
Previous Article Realisasi Impor Jagung di 2024 di Bawah 50 Persen
Next Article Maguire Kecewa Tak Diikutkan Skuad Euro 2024
325 Comments

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Latest News

Diguyur Hujan, KIM II Mabar Kebanjiran, Aktivitas Terganggu
HOME Medan
Kapoldasu Temui Kodaeral I Belawan, Begini Tujuannya !!!
HOME KRIMINAL Medan
Temui Majelis Taklim Halimah, Kapoldasu Ajak Masyarakat Bersinergi Jaga Kamtibmas
HOME KRIMINAL Medan
MUI Medan: Sertifikasi Halal Bukan Sekadar Label
Medan
- Advertisement -
October 2026
M T W T F S S
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  
« Sep    
DNABeritaDNABerita
© 2023 DNA BERITA. All Rights Reserved.
  • About
  • Contact
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
Welcome Back!

Sign in to your account

Register Lost your password?