Jakarta ,-Sebanyak 378.935 kendaraan tercatat meninggalkan wilayah Jabotabek pada H-4 hingga H-3 libur Tahun Baru Imlek 2026. Lonjakan arus lalu lintas tersebut terjadi sejak Jumat, 13 Februari 2026 pukul 06.00 WIB hingga Minggu, 15 Februari 2026 pukul 06.00 WIB.
Direktur Utama PT Jasa Marga (Persero) Tbk, Rivan A. Purwantono, mengatakan angka tersebut meningkat signifikan dibandingkan kondisi normal. “Total kumulatif lalu lintas keluar meningkat 14,8 persen dibandingkan lalin normal sebanyak 330.073 kendaraan,” ujarnya, Minggu (15/2/2026).
Ia menjelaskan, data tersebut merupakan akumulasi kendaraan yang melintas di empat gerbang tol utama. Keempatnya yakni GT Cikupa arah Merak, GT Ciawi arah Puncak, GT Cikampek Utama arah Trans Jawa, serta GT Kalihurip Utama arah Bandung.
Distribusi kendaraan yang meninggalkan Jabotabek didominasi arah Timur.
Sebanyak 179.955 kendaraan atau 47,5 persen mengarah ke Trans Jawa dan Bandung. Sementara itu, sebanyak 110.268 kendaraan atau 29,1 persen menuju arah Barat ke Merak.
Adapun 88.712 kendaraan atau 23,4 persen bergerak ke arah Selatan menuju kawasan Puncak. Lalu lintas menuju Trans Jawa melalui GT Cikampek Utama Jalan Tol Jakarta–Cikampek tercatat 85.483 kendaraan.
Angka tersebut meningkat 33,2 persen dibandingkan kondisi normal. Sedangkan arus kendaraan menuju Bandung melalui GT Kalihurip Utama Jalan Tol Cipularang tercatat 94.472 kendaraan.
Jumlah itu naik 22,3 persen dari lalin normal, sehingga total kendaraan ke arah Timur mencapai 179.955 kendaraan atau meningkat 27,3 persen. Untuk arah Barat, kendaraan menuju Merak melalui GT Cikupa Jalan Tol Tangerang–Merak tercatat 110.268 unit.
Jumlah tersebut meningkat 7,4 persen dibandingkan volume lalu lintas normal.
Sementara kendaraan menuju Puncak melalui GT Ciawi Jalan Tol Jagorawi tercatat 88.712 unit, volume tersebut naik 3,1 persen dari kondisi normal.
Jasa Marga mengimbau pengguna jalan mengantisipasi potensi kepadatan selama periode libur panjang Imlek.
Pengendara diminta menghindari jalur favorit dan ruas tol menuju destinasi wisata yang diperkirakan mengalami lonjakan volume kendaraan.

