By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
DNABeritaDNABeritaDNABerita
  • HOME
  • MEDAN
  • HIBURAN
  • EKONOMI
  • KRIMINAL
  • NASIONAL
  • PENDIDIKAN
  • POLITIK
  • TEKNOLOGI
  • ADVERTORIAL
  • OLAHRAGA
  • Ide Berita
  • Contact Us
Reading: Taman Nasional Way Kamabas Sempat Terbakar
Share
Sign In
Aa
DNABeritaDNABerita
Aa
Search
  • HOME
  • MEDAN
  • HIBURAN
  • EKONOMI
  • KRIMINAL
  • NASIONAL
  • PENDIDIKAN
  • POLITIK
  • TEKNOLOGI
  • ADVERTORIAL
  • OLAHRAGA
  • Ide Berita
  • Contact Us
Have an existing account? Sign In
  • Contact
  • Blog
  • Complaint
  • Advertise
© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
NASIONAL

Taman Nasional Way Kamabas Sempat Terbakar

Editor
Editor Published October 17, 2024
Share
SHARE

Jakarta,- Taman Nasional Way Kambas (TNWK), Lampung Timur, yang sempat terbakar Selasa (15/10/2024) siang, telah berhasil dipadamkan pada Rabu (16/10/2024) dini hari. Hal itu disampaikan Humas Balai TNWK, Sukatmoko.

“Luas area yang terbakar belum dapat dipastikan. Tetapi, jika dilihat dari luas area yang dipadamkan sekitar 300-an hektar,” ujarnya ketika dihubungi, Rabu (16/10/2024).

Area yang terbakar, jelasnya, merupakan area terbuka yang mayoritas semak-belukar dan alang-alang, yang mempercepat api merambat dengan kondisi cuaca panas dan hembusan angin. Sehingga, proses pemadaman sedikit terkendala.

“Ditambah TNWK juga masih kekurangan sarana dan prasarana dalam pemadaman kebakaran. Sehingga pemadaman masih dilakukan dengan manual,” kata Sukatmoko.

Kebakaran sudah sering terjadi di TNWK, terlebih ketika musim kemarau. Hasil evaluasi sejauh ini, selain karena cuaca, dugaan sementara kebakaran akibat ulang tangan-tangan yang tidak bertanggung jawab dari kegiatan-kegiatan ilegal yang ada di dalam TNWK.

“Selama ini TNWK sudah meningkatkan patroli pengawasan, baik di dalam maupun di pinggir kawasan, bersama NGO, TNI, dan Polri,” ujar Sukatmoko.

Dijelaskannya, TNWK luasnya 125.600 hektar yang berbatasan langsung dengan 38 desa di sekitar kawasan. Sehingga, dapat bersentuhan langsung dengan masyarakat sekitar kawasan.

“Faktor ini yang menyulitkan pengawasan antisipasi kegiatan ilegal di dalam kawasan oleh masyarakat sekitar, seperti perburuan satwa liar, pemancingan dan lain-lain,” ucapnya.

TBWK mencatat ada sebanyak tiga kasus kematian gajah Sumatra terjadi sepanjang Januari hingga awal Oktober 2024. Sukatmoko menyebut, dari tiga gajah yang mati, dua di antaranya jinak dan satu gajah liar. 

“Sepanjang 2024, ini sejak bulan Januari hingga awal Oktober, TNWK mencatat ada sebanyak tiga gajah yang mati. Dua gajah liar ditemukan di kawasan hutan, dan satu gajah jinak ditemukan mati di penangkaran taman nasional,” katanya.

Ia menjelaskan, populasi gajah Sumatera yang ada di TNWK saat ini tercatat ada sebanyak 266 ekor. “Saat ini, TNWK mencatat populasi gajah liar sekitar 180 hingga 200 ekor, sementara gajah jinak berjumlah 66 ekor,” ucapnya.

Mengenai kasus kematian gajah ini, Sukatmoko mengatakan bahwa pihaknya rutin melakukan surveilans terhadap ternak warga di desa penyangga. Hal ini untuk mencegah penyebaran penyakit menular dari hewan ternak ke gajah liar dan satwa lainnya di kawasan hutan.

“Penularan penyakit tidak hanya terjadi melalui kontak langsung. Namun, juga bisa disebarkan oleh serangga seperti lalat yang terbang dari luar hutan,” ujarnya.

Selain itu, TNWK juga secara rutin memberikan imbauan kepada masyarakat sekitar tentang potensi penularan penyakit dari ternak ke satwa liar. Serta, untuk tidak melakukan kegiatan yang memicu terjadinya kebakaran.

You Might Also Like

190 Rumah Rusak, 335 Jiwa Mengungsi Akibat Gempa Besar di Sulut dan Malut

BGN Akan Hentikan Insentif Untuk SPPG Tak Penuhi SOP

Ratusan Murid di Nagan Raya Masih Belajar di Tenda Darurat

WFH Jadi Solusi Jangka Pendek Tekan Konsumsi BBM

Percepat Layanan, BPJS Kesehatan Bakal Gunakan AI

Sign Up For Daily Newsletter

Be keep up! Get the latest breaking news delivered straight to your inbox.

By signing up, you agree to our Terms of Use and acknowledge the data practices in our Privacy Policy. You may unsubscribe at any time.
Editor October 17, 2024 October 17, 2024
Share This Article
Facebook Twitter Copy Link Print
Share
Previous Article Bahrain Ajukan Tempat Netral Saat Lawan Indonesia
Next Article Gen Z di Indonesia Tak Tertarik Masuk Parpol
Leave a comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Latest News

Tawuran di Belawan Berujung Penjarahan, Rumah Mantan Polisi Dirusak Massa,
KRIMINAL
Peringatan Hari Ginjal Sedunia, Pemko Medan Perkuat Layanan dan Fasilitas RSUD Dr. Pirngadi
Medan
Hadiri Halal Bihalal PKS Kota Medan, Rico Waas Ajak Tinggalkan Sekat Politik dan Perkuat Sinergi
POLITIK
Kajatisu Harli Patut Diapresiasi Sikap Ksatria Dengan Permintaan Maaf, Riza Usty Siregar: Ini Baru Pemimpin
Medan
- Advertisement -
April 2026
M T W T F S S
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
27282930  
« Mar    
DNABeritaDNABerita
© 2023 DNA BERITA. All Rights Reserved.
  • About
  • Contact
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
Cleantalk Pixel
Welcome Back!

Sign in to your account

Register Lost your password?