T.Tinggi – Setelah digembleng selama sebulan penuh, kini saatnya kita mengaplikasikan nilai-milai Taqwa dalam kehidupan nyata.
Demikian disampaikan Ustadz Muslim istiqomah,SSQ,C.TP disela – sela Halal bi Halal bersama para tamu di kediamannya. Selasa,24 Maret 2026.
Nikmatnya gema takbir masih terasa hangat di hati umat Muslim dimana mana. Memasuki bulan Syawal yang secara harfiah berarti “peningkatan”, momentum ini diharapkan menjadi titik balik bagi setiap individu untuk menunjukkan kualitas diri yang lebih baik setelah sebulan penuh digembleng di madrasah Ramadhan.
Hal tersebut ditegaskan oleh Ustadz Muslim bersama para tamu di kediamannya,
Mulai dari jamaah Majelis Taklim, Remaja Masjid, hingga para santri nampak antusias mendengarkan pesan sejuk dari sang guru.
Ramadhan Sebagai ‘Charger’ Ruhani
Dalam penyampaiannya yang komunikatif, Ustadz Muslim mengibaratkan manusia layaknya perangkat elektronik yang membutuhkan pengisian daya.
Ramadhan dengan segala rangkaian ibadahnya—mulai dari puasa, tarawih, tadarus, hingga tahajud—adalah proses pengisian daya (charging) tersebut.
“Ibarat baterai yang baru saja dicas, maka sekarang saatnya kita berada dalam kondisi ‘jos’ dan aktif untuk digunakan. Setelah selesai digembleng, idealnya iman, amal, dan akhlak kita harus meningkat,” ujar beliau.
Mengaplikasikan Nilai Taqwa
Beliau menekankan bahwa indikator keberhasilan seorang hamba dalam meraih gelar muttaqin (orang yang bertaqwa) bukan hanya dilihat dari ibadah ritual selama Ramadhan, melainkan pada konsistensi (istiqomah) dalam kehidupan sehari-hari setelahnya.
Beberapa poin utama yang ditekankan untuk diaplikasikan pasca-Ramadhan antara lain:
* Peningkatan Akhlak: Menjadi pribadi yang lebih mulia dan santun dalam bertutur kata.
* Amalan Mulia: Mempertahankan ritme ibadah yang sudah terbentuk.
* Aplikasi Sosial: Menebar manfaat bagi lingkungan sekitar sebagai perwujudan nilai-nilai Al-Qur’an.
Merayakan Kemenangan dengan Maaf dan Bahagia
Menutup pesannya, Ustadz Muslim mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk merayakan Idul Fitri dengan kegembiraan yang produktif, yakni dengan cara berbagi kebahagiaan dan saling memaafkan dengan tulus.
“Mari kita rayakan lebaran dengan gembira dan berbagi bahagia. Semoga kita semua mendapat keberkahan dari Allah SWT dan mampu menjaga nilai-nilai suci Ramadhan dalam setiap langkah kita ke depan,” minal aidin Walfa izin, mohon maaf lahir batin, tutup beliau.(Gs/TT).

