Singapura, -Otoritas keamanan pangan Singapura menarik sejumlah batch susu formula dari peredaran setelah ditemukan kandungan toksin cereulide yang berpotensi membahayakan kesehatan anak.
Penarikan ini diumumkan oleh Singapore Food Agency (SFA) bersama Communicable Diseases Agency (CDA) pada 15 Maret 2026. Produk yang terdampak antara lain Nestlé NAN HA2 dan Nature One Dairy Premium Toddler Milk Formula yang diperuntukkan bagi anak usia di atas satu tahun.
SFA menjelaskan, produk Nestlé NAN HA2 kemasan 800 gram dengan kode batch 52750017C1 dan tanggal kedaluwarsa 31 Oktober 2027 termasuk dalam daftar penarikan. Selain itu, Nature One Dairy Premium Toddler Milk Stage 3 kemasan 900 gram dengan kode batch 326251110 yang diproduksi di Australia juga ikut ditarik dari pasaran.
Menurut otoritas, kandungan cereulide yang terdeteksi merupakan toksin yang dapat menyebabkan gejala seperti mual dan muntah apabila dikonsumsi.
Namun demikian, otoritas Singapura menegaskan bahwa penarikan ini hanya berlaku pada batch tertentu dan tidak mencakup seluruh produk susu formula dari merek terkait.
Sejak Januari 2026, tercatat sekitar 11 batch susu formula dari berbagai merek telah ditarik sebagai langkah pencegahan. Meski begitu, jumlah produk terdampak disebut hanya sekitar lima persen dari total pasokan susu formula impor di Singapura.
“Otoritas memastikan masih banyak pilihan susu formula lain yang aman dikonsumsi dan tersedia di pasaran,” demikian pernyataan resmi SFA.
SFA juga mengimbau para orang tua yang memiliki produk dengan kode batch terdampak agar segera menghentikan penggunaannya dan menghubungi penjual untuk proses pengembalian produk.
Jika anak mengalami gejala kesehatan setelah mengonsumsi produk tersebut, orang tua disarankan segera berkonsultasi dengan tenaga medis.
Penarikan ini disebut sebagai bagian dari komitmen pemerintah Singapura dalam menjaga standar keamanan pangan, khususnya untuk produk yang dikonsumsi anak-anak. Otoritas juga menyatakan akan terus memperketat pengawasan terhadap produk impor guna mencegah kejadian serupa.
Sementara itu, produsen produk terkait juga mengikuti prosedur penarikan sebagai bagian dari standar keamanan produk internasional.
Kasus ini menjadi pengingat pentingnya pengawasan rantai distribusi pangan serta perlunya masyarakat memperhatikan informasi resmi terkait keamanan produk yang dikonsumsi.

