Sergai – Tiada kata sia sia, apa yang kau tanam pasti akan kau tuai, begitu kiranya kiasan kegiatan seorang petani.
Sifat kesabaran dan keuletan menjadi modal utama bagi para petani tak peduli kadang diterpa hujan maupun panas.
Sebagai mana dilakoni pak Anas seorang petani pensiunan Kepela sekolah asal Dolok Masihul ini, meski jatuh bangun dalam mengelola lahan pertanian namun pak Anas tetap bersemangat untuk terus bercocok tanam sambil berolahraga biar sehat.
Demi ketahanan pangan keluarga serta mengalakkan penghijauan ketimbang penebangan hingga dapat merusak lingkungan penyebab banjir dan longsor itulah selama ini diperjuangkan pak Anas.
Menjelang pergantian tahun 2025 ini, tepatnya malam ini (31/12/2015), pak Anas berharap adanya ” Durian Runtuh” atau keberuntungan saat pergantian tahun baru 2026.
Menurut pak Anas, jauh hari sebelum malam tahun baru nanti, ia dan keluarga besarnya tak hanya sekedar memanjatkan doa juga akan menyambut pergantian tahun baru berkumpul bersama keluarga di ladangnya di Tegal Sari Dolok Masihul.
Mulai dari persiapan fasilitas berupa pondok tenda sampai makanan alami yakni ubi kayu goreng, ikan bakar hingga minuman bandrek jahe telah disuguhkan.
” Persiapan pondok jaga malam sembari menunggu durian runtuh dan tahun baru sudah kita siapkan, kalau sanak keluarga yang berminat silahkan merapat”, begitu ajak Pak Anas sembari menunjukkan buah durian yang sudah keburu jatuh malam semalam.
Kegiatan menunggu durian jatuh di malam Jum’at pergantian tahun ini juga dijadikan sebagai ajang silaturrahmi dan berkumpulnya keluarga hingga mempertebal rasa persaudaraan dan kekeluargaan.Tutup Pak Anas pensiunan Kepala sekolah tersebut.(Gs/Sgai).

