Sergai – Nasib Nelayan yang berada di kawasan pantai Lubuk Saban Kecamatan Pantai Cermin Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai) ini, tidaklah sama dengan nasib pekerja nelayan yang ada di pelabuhan Perikanan Samudera Belawan yang mencari ikan menggunakan kapal yang besar hingga sampai seminggu terkadang baru dapat pulang dari melaut.
Seperti yang dilakoni seorang nelayan kecil pencari udang Kecepe ini terpaksa harus rela berpanasan untuk menjemur udang kecil (Kecepe) yang berhasil ditangkapnya di pesisir pantai kawasan Lubuk Saban Kuala Lama Kecamatan Pantai Cermin .
Nelayan kecil pencari udang Kecepe untuk pembuatan belacan dan campuran tumis sayuran ini mengaku setiap harinya mencari udang Kecepe tanpa menggunakan sampan melainkan hanya dengan bermodal Tangguk jaring halus yang sudah dimodifikasi nya.
Ditengah terik matahari, cukup dengan berjalan kaki, Nelayan yang akrab disapa Wak Atop ini lebih sering mencari udang Kecepe di pinggir pantai saja.
Ya, hasilnya cukup lumayan bisa untuk membeli beras dirumah, kalo dijual udang Kecepe yang sudah kering bisa mencapai Rp30 ribu perkilogramnya, ujarnya saat ditemui media online ini belum lama ini, Jumat (20/02/2026).
Biasanya kalau musim udang Kecepe, ia bisa mengumpulkan hasil seberat 10 Kg udang Kecepe dan bila sudah kering hanya menghasilkan 2 Kg saja.
Bila sudah kering biasanya cukup dijual kepada pihak pedagang atau pengumpul penerimaan penjualan hasil laut yang ada di sekitar pantai.Jelasnya.
Wak Atop sendiri mencari udang Kecepe merupakan mata pencarian musiman, dan apabila tiba musim berikan atau musim cumi- cumi maka Wak Atop kembali menggunakan sampan untuk menjaring ikan atau pun menggunakan bubu keong dalam mencari cumi atau sotong dan gurita untuk dapat dijual.(Gs/Sgai).

