Pematangsiantar,-Anggota DPR RI H. Ansory Siregar, Lc menegaskan pentingnya menanamkan kembali nilai nasionalisme melalui sosialisasi Empat Pilar MPR RI di Gedung Panti Asuhan Muhammadiyah, Kota Pematangsiantar, Senin (1/9/2025).
Dalam kesempatan itu, Ansory menekankan agar empat pilar kebangsaan-Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika-dihayati dan diamalkan oleh seluruh generasi muda sebagai benteng menghadapi arus globalisasi. “Nasionalisme adalah tangga menuju kemajuan bangsa Indonesia ke depan,” tegasnya di hadapan peserta yang terdiri dari pemuda, tokoh adat, tokoh agama, dan guru.
Ansory menjelaskan, Pancasila sebagai dasar negara dan ideologi harus menjadi pedoman hidup dalam keluarga, masyarakat, hingga berbangsa dan bernegara. UUD 1945, kata dia, merupakan konstitusi yang menjadi landasan hukum tertinggi, sementara NKRI adalah bentuk negara yang harus dipertahankan. Adapun Bhinneka Tunggal Ika menjadi semboyan pemersatu bangsa di tengah keberagaman.
“Empat Pilar berbangsa harus dihunjamkan dalam sanubari anak-anak bangsa agar mereka memahami, menghayati, dan mengamalkan maknanya dalam setiap tindakan,” ujarnya penuh semangat.
Dalam kesempatan itu, Ansory juga menyinggung persoalan kekayaan sebagian masyarakat yang disimpan di luar negeri. Ia pun memberikan catatan kritis terhadap Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja yang menurutnya lebih berpihak pada pengusaha besar ketimbang pekerja.
Sebagai bentuk penguatan nilai kebhinekaan, Ansory mengundang lima peserta dari berbagai suku dan bahasa untuk tampil berpidato menggunakan bahasa daerah masing-masing. “Lihatlah betapa indahnya semboyan kita. Bahasa berbeda, tapi kita tetap bersatu. Inilah makna Bhinneka Tunggal Ika,” pungkasnya disambut tepuk tangan meriah.
Sesuai amanat Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2014, setiap anggota MPR memiliki kewajiban untuk memasyarakatkan Empat Pilar MPR RI.
Melalui kegiatan ini, Ansory berharap nilai-nilai kebangsaan semakin melekat dalam kehidupan masyarakat, khususnya generasi muda di Pematangsiantar.

