Jakarta,-Penutupan PT. Toba Pulp Lestari (TPL) sangat berimbas pada nasib karyawan yang menggantungkan seluruh hidupnya di perusahaan tersebut. Menurut Direktur Pembangunan Daerah Kementerian PPN/Bappenas Togu Pardede, PT. TPL harus juga bisa memikirkan nasib para mantan pekerjanya.
“Banyak kepala keluarga yang menggantungkan hidupnya disini. Harusnya, PT. TPL juga bisa memikirkan nasib dari mantan pekerjanya,” katanya dalam gelar wicara ‘Selamatkan Tano Batak, Lestarikan Danau Toba’, Gereja HKBP Sudirman, Jakarta Selatan, Sabtu (19/7/2025).
Sebelumnya, PT. TPL memiliki catatan konflik sosial dan kerusakan lingkungan terkait dengan kegiatan operasionalnya. Terutama terkait dengan klaim lahan dan dampak terhadap masyarakat danau Toba.
Ia menjelaskan, PT. TPL harus memiliki tanggung jawab yang besar usai mengeksploitasi para karyawannya. Salah satunya dengan menyiapkan lahan pekerjaan yang mumpuni bagi para mantan pekerjanya.
Salah satu pekerjaan yang saat ini bisa membantu para mantan pekerja PT. TPL adalah ‘Green Jobs’. Sebuah pekerjaan yang merujuk pada praktik pelestarian lingkungan kawasan danau Toba.
“Ini bisa menjadi dampak ekonomi berkelanjutan. Salah satunya dengan membuat karya seni dari sampah atau membuat batik ulos Toba dari batang bekas,” ucapnya.
Selain mengupayakan pengadaan lahan pekerjaan bagi mantan pekerja PT. TPL. Bappenas bersama masyarakat setempat berupaya untuk melakukan pemulihan danau Toba.
Adapun penyusunan rencana pembangunan jangka menengah (RPJMN) yang memasukkan pengelolaan danau strategis. Dalam hal ini, pihaknya akan mendorong upaya pemulihan ekosistem Danau Toba.

