Jakarta,-Kepala BPOM, Taruna Ikrar, menyatakan pihaknya menyiapkan anggaran sekitar Rp505 miliar untuk mendukung MBG. Anggaran tersebut diperuntukkan bagi pelaksanaan MBG bagi anak sekolah pada 2027.
Ia mengatakan, anggaran tersebut merupakan bagian dari alokasi dukungan BPOM terhadap program prioritas nasional. Selain itu, BPOM mengalokasikan sekitar Rp4,5 miliar untuk mendukung pengawasan MBG bagi ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.
“Yang pertama tentu Makan Bergizi Gratis anak sekolah, kurang lebih Rp505 miliar. Kemudian Makan Bergizi Gratis untuk ibu hamil, ibu menyusui, dan balita Rp4,5 miliar,” ucap Taruna, dalam Rapat bersama Komisi IX DPR RI, di Jakarta, Kamis, 17 September 2026.
Taruna menjelaskan, anggaran program prioritas BPOM tersebut akan digunakan melalui tiga pendekatan. Pertama, pencegahan risiko melalui edukasi dan pembudayaan keamanan pangan, penguatan kapasitas UPT serta pendampingan SPPG.
Kedua, pengawasan melalui kegiatan surveilans, sampling pangan, dan pengujian laboratorium. Ketiga, penelusuran serta tindak lanjut perbaikan untuk merespons temuan dan memastikan adanya tindakan koreksi.
Dalam kesempatan yang sama, BGN menyatakan akan memprioritaskan perluasan layanan MBG di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar atau 3T. Prioritas tersebut juga diberikan kepada daerah dengan tingkat stunting tinggi dan sangat tinggi.
Kepala BGN, Sudaryono mengatakan, ekspansi layanan dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kesiapan wilayah. Ini termasuk pemenuhan standar perizinan, sanitasi, kualitas, dan keamanan pangan.
Menurutnya, program MBG tidak langsung diperluas ke seluruh wilayah secara serentak. BGN terlebih dahulu melakukan pembinaan dan memastikan kesiapan layanan sebelum program dijalankan.

