Deli Serdang – Naas dialami Tiara (9) dan Widia (6), menjadi korban tragis saat bermain di sebuah rawa di tengah perkebunan sawit.
Letak lokasi kejadian diketahui di Desa Denai Sarang Burung, Pantai Labu.
Info yang diterima menyebutkan ,kalau semula ada 3 anak yang bermain di kolam tersebut namun satu nyawa bocah tak tertolong.
Menurut warga setempat, Joko, Peristiwa pilu ini terjadi pada Senin, 12 Januari 2026, sekitar pukul 11.50 WIB. awalnya ada tiga anak yang bermain di sekitar rawa. Tiara dan Widia asyik berenang, sementara seorang teman mereka hanya melihat dari tepi.
Namun, kegembiraan itu berubah menjadi petaka. Entah apa yang terjadi, tiba-tiba Tiara dan Widia tenggelam. Teman mereka yang tidak ikut berenang sontak panik dan berlari sekuat tenaga mencari pertolongan.
“Anak itu lari sambil teriak-teriak minta tolong. Dia langsung menuju kantor desa yang jaraknya sekitar 200 meter dari lokasi kejadian,” ujar Joko.
Mendengar teriakan minta tolong, Kepala Desa Denai Sarang Burung, Katimin SE, beserta perangkat desa dan warga lainnya bergegas menuju lokasi kejadian. Tanpa ragu, mereka terjun ke dalam rawa dan mulai mencari kedua korban.
“Suasana sangat panik. Semua orang berusaha mencari anak-anak itu secepat mungkin,” ungkap seorang warga yang ikut dalam proses pencarian.
Setelah beberapa saat melakukan pencarian di tengah rawa yang keruh, akhirnya Tiara dan Widia berhasil ditemukan dan dievakuasi ke tepi. Warga kemudian memberikan pertolongan pertama seadanya sebelum membawa kedua korban ke Puskesmas Pantai Labu.
Namun, takdir berkata lain. Setibanya di puskesmas, petugas medis menyatakan bahwa Tiara telah meninggal dunia. Tangis histeris keluarga Tiara pecah di ruang pemeriksaan. Kehilangan mendalam terpancar dari wajah orang tua dan kerabat yang tak menyangka Tiara pergi secepat ini. Jenazah Tiara kemudian dibawa pulang oleh pihak keluarga untuk dimakamkan di tempat pemakaman umum setempat.
Sementara itu, Widia masih dalam kondisi kritis dan mendapatkan perawatan intensif di puskesmas.
Kepala Desa Denai Sarang Burung, Katimin SE, membenarkan peristiwa tragis tersebut. Ia mengimbau kepada seluruh warga, terutama para orang tua, untuk lebih waspada dan mengawasi anak-anak mereka saat bermain di luar rumah.
Semoga kejadian ini menjadi pelajaran berharga bagi kita semua untuk lebih peduli dan waspada terhadap keselamatan anak-anak kita, Pesannya mengakhiri.(Gs/DS).

