Jakarta,-Deputi III Kantor Staf Kepresidenan (KSP), Edy Priyono, menyebut harga beras turun di 13 provinsi. Ia menilai kondisi ini menjadi catatan positif untuk mendorong inflasi nasional yang baik.
Menurut Edy, beras adalah makanan pokok dengan konsumsi tinggi masyarakat Indonesia. Karena itu, kenaikan harga beras bisa langsung mendorong inflasi naik.
“Saya kira ini juga menjadi catatan positif ya, kalau untuk beras ini kan karena dia makanan pokok. Jadi, kalau dia meningkat ini di satu sisi, angka inflasi kita pasti akan mengalami dorongan untuk naik,” ujarnya seperti dikutip dari YouTube resmi Kemendagri, Selasa (20/8/2025).
Selain itu, beban masyarakat juga lebih berat jika harga beras naik. Hal ini berbeda dengan komoditas lain seperti bawang yang konsumsinya lebih rendah.
Namun, Edy menegaskan bahwa penurunan harga ini tidak boleh membuat pemerintah lengah. Stabilitas harga beras tetap harus dijaga untuk meringankan masyarakat.
Adapun provinsi yang mengalami penurunan harga beras cukup beragam. Daerah tersebut meliputi Maluku Utara, Maluku, Sulawesi Utara, Gorontalo, dan Sumatra Utara.
Penurunan juga terjadi di Sulawesi Tenggara, Sulawesi Barat, Aceh, Sulawesi Selatan, serta Kepulauan Riau. Sementara itu, DKI Jakarta, Banten, dan Jawa Barat turut mencatatkan harga beras lebih rendah.

