Malaysia 'Genting', Pasien Indonesia Disarankan Tidak Rawat Inap

  • Post By editor, 29 Agust 2015 - 08:10:00 wib

PENANG | DNA -  Kondisi negara jiran Malaysia mulai memanas menyusul sejumlah permasalahan pelik menimpa negeri Persemakmuran Inggris tersebut. Seperti diketahui sejumlah masalah muncul kepermukaan dan yang paling parah adalah soal adanya dugaan aliran dana ke Rekening Perdana Menteri Najib Rajak sehingga menambah kondisi 'Genting' negara.

Tidak hanya itu, pemicu gelombang protes juga mengalir karena goncangan ekonomi yang belakangan dirasakan sejumlah Negera di Asia Tenggara, dimana Malaysia menjadi salah satu negara yang juga terdampak sangat besar.

Banyaknya masalah di Malaysia ternyata berimbas kepada Warga Indonesia, informasi yang diperoleh DNABerita, warga negara Indonesia yang tengah berkunjung ke Malaysia dalam rangka untuk kepentingan medis/berobat disarankan untuk tidak melakukan rawat inap.

"Banyak diantaranya pasien dari Indonesia disarankan untuk pulang saja, dokter di Rumah Sakit di Penang dan Malaka hanya memberikan obat saja," ungkap sumber kepada DNAberita melalui sambungan telepon Sabtu (29/08/2015) pagi.

Sumber DNABerita ini juga mengungkapkan, saran dokter di Penang dan Malaka bukan tanpa alasan,  berdasarkan informasi yang diperolehnya Dokter di Malaka dan Penang menyarankan pulang dikarenakan khawatir akan adanya gelombang Demonstrasi besar-besaran yang akan digelar mulai Sabtu hingga 29 Agustus hingga 31 Agustus mendatang.

"Ada ketakutan dokter di Malaysia soal keamanan di Malaysia, dikarenakan akan ada demo anti pemerintah," jelasnya.

Seperti diketahui, sebuah kelompok demonstran pro-demokrasi di Malaysia bersumpah akan turun ke jalan akhir bulan ini untuk menuntut Perdana Menteri Najib Razak lengser. Namun, izin demonstrasi untuk tanggal 29-30 Agustus 2015 ditolak pemerintah.

Alasan penolakan izin demo itu, karena menjelang peringatan Hari Kemerdekaan Malaysia 31 Agustus. Namun, kelompok demonstran bernama “BERSIH” itu tetap akan nekat demo di Balai Kota Kuala Lumpur.

Demo itu juga dipicu skandal di lembaga keuangan negara yang bernama 1Malaysia Development Berhad (1MDB). Lembaga itu dililit utang lebih dari US$ 11 miliar (dolar Amerika Serikat) dan sedang diselidiki atas kasus korupsi. PM Najib sendiri menjabat sebagai Ketu Dewan Penasihat 1MDB.(dna/mdn)

 

You May Also Like